M-Commerce

Published Desember 25, 2011 by Meochan

Definisi

Merupakan proses transaksi yang dilakukan dengan menggunakan perangkat mobile . Mobile Commerce (m-commerce) merupakan subset dari e-Commerce, yang didefinisikan sebagai proses transaksi yang dilakukan secara elektronik, baik melalui internet, smart card maupun perangkat mobile melalui jaringan seluler.

 

Perangkat yang digunakan dalam Mobile Commerce (m-commerce)

Pada umumnya, perangkat end user yang digunakan pada proses Mobile Commerce (m-commerce) adalah sebagai berikut:

  •  Handphone
  • Smart Phone
  • PDA
  • Laptop
  • Earpiece (Personal Area Network)

Setiap perangkat memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga dapat mempengaruhi tingkat penggunaannya, dan juga aplikasi / sistem Mobile Commerce (m-commerce) yang dapat digunakan. Karakteristik dari perangkat yang sangat mempengaruhi sistem Mobile Commerce (m-commerce) antara lain:

  • Ukuran dan warna dari display
  • Input device, seperti mouse dan keyboard / keypad
  • Memory dan CPU
  • Koneksi Jaringan dan Bandwidth
  • Operating Sistem
  • Smart Card reader

 

Kelebihan dan Kekurangan Mobile Commerce (m-commerce)

Mobile Commerce (m-commerce) lahir setelah e-commerce yang pada umumnya dilakukan melalui media internet. Kelahiran Mobile Commerce (m-commerce) tersebut terutama dipicu oleh tingginya tingkat penetrasi handphone di seluruh dunia. Dibandingkan sistem e-commerce lainnya, kelebihan Mobile Commerce (m-commerce) adalah sebagai berikut:

  • Ubiquity: pengguna dapat mengakses dari mana saja dan kapan saja.
  • Security: pada umumnya handset dilengkapi dengan smart card reader dan smart card-nya itu sendiri. Sehingga dapat digunakan sebagai secret authentication key.
  • Localization: memungkinkan diterapkannya location based services.
  • Convenience: ukuran dan berat dari handset membuat pengguna nyaman dalam bertransaksi.
  • Personalization: handphone merupakan perangkat yang bersifat personal, sehingga memungkinkan untuk menawarkan layanan / produk yang bersifat personal.

Namun demikian, diantara beberapa kelebihan seperti yang telah disebutkan di atas, Mobile Commerce (m-commerce) juga memiliki beberapa kekurangan:

  • Keterbatasan perangkat.
  • Tingkat keberagaman perangkat, jaringan dan operating sistem yang sangat tinggi, membutuhkan standardisasi platform antar vendor. Antara lain telah diatasi oleh J2ME.
  • Tingginya tingkat kehilangan / pencurian handphone.
  • Bertambahnya tingkat kerawanan terhadap security ketika data ditransfer melalui air interface.

 

Sistem Mobile Commerce (m-commerce)

Terdapat sejumlah besar payment sistem untuk e-commerce dan Mobile Commerce (m-commerce).

Beragamnya sistem tersebut disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:

  1. Waktu Pembayaran. Perbedaan yang terletak pada waktu pembayaran yang dilakukan oleh pengguna relatif terhadap waktur transaksi, yaitu apakah dilakukan pada saat transaksi, sebelum transaksi dilakukan atau setelah transaksi dilakukan.
  2.  Jumlah Pembayaran. Pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu transaksi dengan jumlah pembayaran besar, dan kecil. Terdapat perbedaan yang signifikan antara transaksi besar dan kecil. Pada transaksi dengan nilai yang besar, perlu dilakukan authentikasi melalui institusi finansial yang terpercaya. Sedangkan untuk transaksi kecil, authentikasi cukup hanya dilakukan pada level jaringan operator, antara lain melalui SIM Card.
  3. Isu Anonim. Anonim berarti indentitas pengguna / pelanggan tidak dapat diketahui oleh merchant. Terdapat sistem yang sepenuhnya anonym, anonym parsial atau bahkan tidak anonym. Masing-masing sifat tersebut dibutuhkan untuk transaksi yang berbeda-beda.
  4. Validasi yang dilakukan secara online atau offline

Selain keempat isu utama tersebut, beragamnya sistem e-commerce dan Mobile Commerce (m-commerce) juga dipengaruhi oleh isu lainnya:

  • Biaya instalasi yang timbul di sisi customer dan merchant.
  • Performansi (respon time).
  • Biaya per transaksi.
  • Terjaminnya ACID (Atomicity, Consistency, Isolation, Durability).
  • Sistem yang berjalan di tingkat nasional atau internasional

Pada transaksi Mobile Commerce (m-commerce), tahap-tahap transaksi pada dasarnya adalah mirip dengan yang terjadi pada transaksi konvensional. Hanya saja pada kasus remote payment, pengiriman detail informasi transaksi dilakukan melalui jaringan seluler.

Sehingga keamanan jaringan seluler juga menjadi perhatian khusus. Selain itu, proses pengiriman informasi transaksi juga melibatkan protocol browser, yang berupa WAP (Wireless Application Protocol), atau protocol sistem messaging seperti SMS (Short Message Service) dan USSD (Unstructured Supplementary Service Data. Keamanan dari setiap service tersebut juga harus diperhatikan untuk dapat mendukung sistem Mobile Commerce (m-commerce)  yang aman. Selain transaksi yang bersifat remote, Mobile Commerce (m-commerce)  juga dapat dilakukan untuk transaksi lokal, yang pada umumnya menggunakan koneksi Bluetooth, infrared atau RFID.

 

Proses Tahapan dalam Mobile Commerce (m-commerce)

Secara umum, tahapan proses pada Mobile Commerce (m-commerce) dapat dibedakan menjadi 4 tahap sebagai berikut:

  1.  Set-up dan Konfigurasi. Proses ini termasuk instalasi aplikasi khusus pada handset yang akan digunakan pada Mobile Commerce (m-commerce). Selain itu, untuk beberapa sistem Mobile Commerce (m-commerce) proses ini juga melibatkan proses pembelian atau penambahan nilai uang pada aplikasi tersebut.
  2.  Inisiasi Pembayaran. Pada tahap ini informasi pembayaran dikirimkan melalui jaringan seluler atau protokol wireless lainya kepada merchant.
  3. Authentikasi. Tahap ini merupakan tahap yang paling penting pada transaksi. Pada tahap ini diperiksa apakah pengguna memang berhak melakukan transaksi, serta memenuhi persyaratan finansial tertentu. Pada sebagian sistem pembayaran, proses ini melibatkan authentikasi berdasarkan SIM Card.
  4. Penyelesaian Pembayaran. Proses ini dilakukan ketika pengguna telah berhasil di-authentikasi, demikian juga transaksi itu sendiri telah berhasil di-authentikasi. Analoginya pada proses transaksi konvensional adalah dengan dicetaknya bukti pembayaran.

Sistem pembayaran yang banyak digunakan pada e-commerce saat ini pada umumnya tidak dapat diterapkan pada Mobile Commerce (m-commerce). Beberapa sistem yang dapat digunakan untuk Mobile Commerce (m-commerce) antara lain adalah:

  •  Software electronic coin. Nilai uang disimpan dalam bentuk software di handset pengguna, sehingga pengguna memilki control sepenuhnya terhadap penggunaan nilai uang tersebut. Electronic coin direpresentasikan dalam bentuk informasi nilai uang itu sendiri, serial number, tanggal kadaluarsa, dan signature dari institusi yang mengeluarkannya. Karena dalam bentuk software, sistem ini sangat mudah untuk diduplikat, dan proteksinya adalah dengan penggunaan serial number yang benar-benar unik. Ketika akan melakukan transaksi, pengguna mentransfer coin kepada merchant, yang kemudian oleh merchant tersebut akan di-forward kepada Bank yang mengeluarkan coin tersebut untuk menghindari duplikasi daripenggunaan coin tersebut. Apabila ternyata memang nilai uang tersebut valid, maka nilai uang tersebut selanjutnya dipindahkan dari pengguna kepada merchant. Terdapat permasalahan dalam hal pembangkitan dan penyimpanan nilai uang, yang disebabkan oleh keterbatasan handset. Sehingga pada umumnya electronic coin dibangkitkan di perangkat lain, setelah itu baru disimpan di handset. Kelebihan dari sistem ini adalah pengguna dapat sepenuhnya anonymous.
  • Hardware electronic coin. Pada sistem ini nilai uang disimpan pada suatu smart card yang tersimpan di dalam handset. Representasi nilai uang pada smart card tersebut sangat beragam, namun pada umumnya adalah berupa counter. Ketika akan melakukan transaksi, smart card pengguna dan smart card merchant saling melakukan proses authentikasi kepada pihak lainnya, kemudian akan terbangun suatu channel transaksi yang aman di antara kedua smart card tersebut. Selanjutnya nilai uang akan ditransfer dari pengguna kepada merchant. Kelebihan lain dari sistem ini adalah bahwa sistem ini dapat digunakan untuk transaksi yang sifatnya offline, yaitu pada POS (Point of Sales).
  • Background account. Pada sistem ini, nilai uang disimpan pada pihak ketiga yang dapat dipercaya, baik itu berupa account kartu kredit, account bank atau account pada operator seluler. Pada suatu transaksi, dimana pengguna / pembeli menerima receipt, maka selanjutnya pengguna akan mengirimkan suatu pesan authentikasi dan autorisasi kepada merchant, untuk selanjutnya merchant melakukan authorisasi kepada institusi yang mengelola account tersebut. Selanjutnya masing-masing account pengguna dan merchant akan disesuaikan nilainya sesuai dari nilai transaksi. Terdapat beberapa sistem background account, yang memiliki fitur yang berbeda-beda sesuai kebutuhannya. Perbedaan tersebut antara lain adalah format pengiriman message dari pengguna, apakan plain text atau ter-enkripsi.

 

Karakteristik Mobile Commerce (m-commerce)

Karakteristik M-Commerce

 

Analisis Penggunaan Mobile Commerce (m-commerce)

 

Penggunaan m-banking Bank Panin saat ini berkisar 2.000-an, paparnya. Setiap hari ada sekitar 500-1.000 nasabah Bank Panin yang menggunakan fasiitas m-banking. Yang menarik, di luar Jakarta, daerah yang tinggi pemakaiannya adalah di Makasar dan Pekanbaru, tuturnya. Robertus mensinyalir meningkatkannya pemakaian layanan m-banking Bank Panin, karena menggunakan teknologi SMS yang biaya murah dan tidak memerlukan telepon genggam yang canggih. Selain, m-banking dilengkapi dengan nomor PIN (Personal Identification Number), sehingga jikalau nasabah memasukkannya otomatis transfer akan gagal. Jadi, penggunaan m-banking cukup aman, katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Stephen Liestyo, general manager cusumer banking division Bank BCA Tbk.

Menurut beliau, fasilitas m-banking BCA yang diluncurkan sejak 11 Oktober 2001 terus menunjukan perkembangan yang meningkat. Hingga April 2002, jumlah nasabah BCA yang mendaftarkan diri menjadi pengguna fasilitas m-banking hamper mencapai 50.000 nasabah dan yang melakukan aktivitas penggunaannya mencapai hamper 30.000 nasabah.

Frekuensi transaksi dan nilai transaksi yang terjadi pada layanan m-banking BCA-pun terbilang tinggi. Setiap hari rata-rata terjadi transaksi non-finansial sebanyak 4.250 kali dan transaksi financial 1.190 kali senilai Rp 4.5 milliar.

Fitur m-banking BCA juga terus bertambah. Tidak hanya berupa informasi saldo, mutasi rekening atau transfer antar rekening. Akan teteapi, terdapat juga tagihan pembayaran kartu kredit, pembayaran voucher kartu prabayar telepon seluler utnuk order barang melalui internet.

Inovasi pembayaran m-banking BCA yang jauh ini telah bekerja sama dengan sekitar 40 institusi dan akan bertambah lagi, yakni menjadi sekitar 70 institusi. “Ini hanya masalah waktu saja”, tutur Stephen.

 

Analisis Penereapan Mobile Commerce (m-commerce) melalui Mobile Banking dalam Dunia Perbankan

Pendahuluan

Lembaga keuangan Bank adalah suatu badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali pada masyarakat dalam bentuk kredit atau dalam bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak (Azhar Maulana dan Septian K.W).

Di era informasi ini, lembaga keuangan (bank) memberikan layanannya tidak hanya melalui model-model konvensional saja tetapi sudah beralih pada pemanfaatan teknologi informasi. Bukan suatu rahasia lagi jika peran perbankan menjadi tulang punggung perekonomian bangsa, dan terciptanya kesuksesan kinerja bank juga tidak lepas dari dukungan telekomunikasi.

Selain sistem komunikasi kabel yang mutlak dibutuhkan, komunikasi berbasis selular nyatanya telah memberi peran yang cukup penting bagi setiap kalangan. Tidak hanya membangun suatu image perbankan, melainkan operator selular juga ikut merasakan betapa besar potensi yang dapat diraih dari sektor m-banking. Mobile banking yang juga dikenal sebagai M-Banking, SMS Banking dan lain-lain merupakan istilah yang digunakan untuk melakukan cek saldo, rekening transaksi, dan pembayaran melalui perangkat mobile seperti ponsel.

Gejala M-banking pun saat ini telah meningkat dari hari ke hari. Pengguna yang pada awalnya didominasi oleh kaum pebisnis, kini juga telah banyak digunakan oleh kalangan muda. Ini menunjukkan bahwa karena penggunaanya mudah sehingga setiap kalangan dapat menggunakan M-Banking tersebut. Mobile Banking (biasa dikenal dengan M-Banking) adalah suatu istilah yang digunakan untuk melakukan check saldo, transaksi, pembayaran dan sebagainya melalui sarana perangkat seluler.

Salah satu pengguna mobile banking adalah consumer bank.

Kelebihan sistem manajemen perbankan berbasis komputer sangat praktis, mudah dan cepat. Sistem ini juga sangat mudah digunakan oleh banyak pihak baik pihak administrasi, manajemen, karyawan, maupun tamu.

 

Sekilas mengenai Mobile Banking

Mobile Banking diluncurkan pertama kali oleh Excelcom pada akhir 1995 dan respon yang didapat juga beragam. Latar belakang dari kemunculan m-banking ini juga disebabkan oleh bank-bank yang saat ini ingin mendapat kepercayaan dari setiap nasabahnya. Dan salah satu cara yang dilakukan yaitu dengan pemanfaatan teknologi.

Peranan teknologi yang bertumbuh dengan pesat, harus dimanfaatkan secara cermat dan tepat. Berbagai teknologi menyediakan terobosan-terobosan baru yang dapat digunakan oleh bank dalam usahanya untuk selalu meningkatkan kualitas layanan yang ada.

Sehingga dari situlah bank-bank yang ada di seluruh dunia membuat suatu inovasi baru dengan meluncurkan m-banking. Contohnya di Indonesia, baik bank pemerintah maupun bank swasta nasional berlomba-lomba untuk meluncurkan teknologi m-banking. Bank Central Asia (BCA) misalnya, sebagai salah satu bank swasta nasional terbesar di Indonesia dengan skala jaringan elektronik yang tersebar luas. Bank Central Asia merupakan bank pertama yang meluncurkan sistem m-banking pertama di Indonesia dibandingkan bank-bank lainnya yang biasa disebut juga dengan m-BCA. Proses mbanking sendiri muncul tidak hanya berhubungan dengan bank saja, namun teknologi ini juga bekerja sama dengan operator seluler. Sehingga dapat dilihat bahwa m-banking memberikan banyak keuntungan bagi semua kalangan, baik bagi bank, operator seluler maupun bagi para nasabah pengguna m-banking.

Bukti nyata bahwa mobile banking juga tersebar hingga ke seluruh dunia yaitu dapat dilihat dari perkembangan mobile banking yang ada di negara-negara Eropa khususnya Jerman. “In Europe, mobile penetration rates are around 80% and Germany is the largest European mobile market with 50 million mobile users (Forrester, 2005b)”

Selain itu Amerika Serikat (menurut MMA, mobile marketing) juga merupakan salah satu negara besar pengguna M-Banking.

 

Kegunaan Mobile Banking

Mobile banking merupakan suatu layanan perbankan berbasis mobile phone atau HP. Seolah-olah ponsel dapat menjadi sebuah mesin ATM, yang bisa digunakan untuk mentransfer uang, mencek saldo dan mutasi, selain itu dengan mobile banking kita dapat melakukan berbagai jenis transaksi keungan.

Namun pada mobile banking otomatis tidak dapat mengeluarkan uang.

M-Banking sendiri memiliki pengertian yaitu sebuah fasilitas perbankan melalui komunikasi bergerak seperti handphone. Dengan penyediaan fasilitas yang hampir sama dengan ATM kecuali mengambil uang cash. Dengan ada nya M-Banking, pihak perbankan berusaha mempermudah akses para nasabahnya dalam melakukan transaksi.

Dengan adanya layanan M-Banking, nasabah bank-bank yang telah memiliki layanan dana tentu saja tidak perlu pergi ke ATM atau kantor Bank tersebut.

Hampir semua bank di Indonesia telah menyediakan fasilitas M-Bankingnya baik berupa SIM tolkit (Menu Layanan Data) maupun sms plain (sms manual) atau yang biasa dikenal dengan istilah sms banking.

Arti istilah SMS Banking merupakan layanan yang disediakan oleh Bank yang menggunakan sarana SMS untuk melakukan transaksi keuangan dan permintaan informasi keuangan , misalnya cek saldo, mutasi rekening dan sebagainya.

Keunggulan M-Banking adalah dapat di akses oleh semua pengguna handphone dengan tipe GSM. Dengan luasnya jangkauan signal GSM,layanan M-Banking tentu sangat memanjakan para nasabah. Namun Fasilitas M-Banking memiliki beberapa kelemahan diantaranya adalah akses untuk pengguna handphone CDMA, belum semua operator CDMA mempunyai layanan M-Banking.

Kegunaan, keuntungan dan kenyamanan yang dapat diperoleh dari penggunaan mobile

banking :

  1. Mudah. M-banking begitu mudah, untuk melakukan transaksi kita tidak perlu dating secara langsung ke bank, kecuali pada saat mendaftarkan nomor ponsel, selain itu tidak perlu memiliki ketrampilan khusus untuk menggunakan m-banking tersebut.
  2. Praktis. Setiap nasabah dapat langsung bertransaksi perbankan melalui ponsel setiap saat, kapan saja dan di mana saja.
  3. Aman. M-banking dilengkapi dengan sistem proteksi yang maksimal yang otomatis sudah terprogram sejak pendaftaran. Kemudian selain menggunakan PIN yang dapat dipilih sendiri dan nomor ponsel yang didaftarkan, setiap transaksi yang dilakukan juga akan di-encrypt (diacak) untuk menjamin keamanan transaksi setiap nasabah. Pakar multimedia Roy Suryo pernah menyebutkan, layanan mbanking relatif aman karena memakai sistem pengamanan berlapis, yakni dari provider telekomunikasi, serta dari jaringan sistem perbankan yang bersangkutan.
  4. Penggunaan yang bersahabat. Maksudnya yaitu Menu m-banking dirancang sedemikian rupa sehingga mudah digunakan oleh siapa saja. Nasabah tinggal memilih jenis transaksi dari menu yang sudah tersedia, sehingga tidak perlu mengingat / menghafal kode transaksi yang ingin dilakukan.
  5. Nyaman. Melalui m-banking, nasabah seperti memiliki ATM pribadi dalam genggaman tangan, karena berbagai transaksi yang dapat dilakukan di ATM dapat dilakukan melalui m-banking kecuali penarikan tunai.

Berikut merupakan contoh layanan dari m-banking pada bank BCA (E-Banking BCA ) :

Tampilan Layanan M-Banking BCa

 

Kesimpulan

Kesimpulan-kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut:

Perkembangan manajemen sistem informasi dan teknologi komunikasi yangsemakin marak, membuat bank berinisiatif untk membuat terobosan baru. Mobile banking merupakan suatu inovasi baru yang sangat bermanfaat bagi para nasabah juga lembaga keuangan (Bank). Karena kemudahannya dalam melakukan transaksi banyak orang yang telah menggunakan fasilitas mobile banking. Dengan demikian tampak bahwa mobile banking memberikan dampak yang cukup berarti bagi perkembangan lembaga keuangan (bank), karena banyak keuntungan yang diperoleh. Teknologi merupakan suatu bekal yang penting dalam menghadapi masa yang akan datang. Oleh karena itu, untuk pengembangan lebih lanjut sebaiknya dari pihak bank lebih memberikan pengetahuan lebih rinci kepada nasabah atau masyarakat luas terhadap penggunaan mobile bankig.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: