Electronic Commerce (EC)

Published Desember 25, 2011 by Meochan

Pendahuluan—Definisi

Walaupun istilah Electronic Commerce (EC) baru beberapa tahun terakhir mendapat perhatian, sebenarnya Electronic Commerce (EC) telah ada dalam berbagai bentuk selama lebih dari 20 tahun. Teknologi yang disebut sebagai Electronic Data Interchange (EDI) dan Electronic Funds Transfer (EFT) pertama kali diperkenalkan pada akhir tahun 1970-an. Pertumbuhan penggunaan kartu kredit, Automated Teller Machine dan perbankan via telepon di tahun 1980-an juga merupakan bentuk-bentuk Electronic Commerce (EC).

Komersialisasi dan privatisasi internet yang meningkat beberapa tahun belakanga, telah menjadi dasar pertumbuhan Electronic Commerce (EC). Infrastruktur digital yang menyediakan sarana efisien untuk komunikasi dan pertukaran informasi menjadi media baru yang menarik untuk Electronic Commerce (EC). Di masa lalu, dunia bisnis bisa melakukan aktivitas antara satu dan lainnya melalui jaringan khusus tapi pertumbuhan drastis di internet telah merubah paradigma tersebut dan akhirnya menjadikannya lebih luas. Electronic Commerce (EC) tradisional saat ini bisa dilakukan oleh pendatang baru dengan skala internasional.

Istilah Electronic Commerce (EC) dapat saja diartikan berbeda-beda oleh setiap orang, yang penting untuk dimengerti adalah persamaan-persamaannya: e-commerce melibatkan lebih dari satu perusahaan dan dapat diaplikasikan hampir di setiap jenis hubungan bisnis.

Sampai saat ini, website hanya terbatas pada informasi yang diberikan untuk konsumen mengenai perusahaan dan apa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Para pengunjung di website dapat melakukan lebih daripada hanya melihat informasi ini, mereka bisa mengirim e-mail atau mengisi sebuah formulir dan membuat perjanjian yang lebih dari sekedar arti perjanjian secara tradisional. Electronic Commerce (EC) mengizinkan anda untuk menjual produk-produk dan jasa secara online. Calon pelanggan atau konsumen dapat menemukan website anda, membaca dan melihat produk-produk, memesan dan membayar produk-produk tersebut secara online.

Terdapat dua jenis perusahaan yang melakukan bisnis di internet. Jenis yang pertama adalah perusahaan yang semata-mata hanya berada di internet. Perusahaan jenis ini tidak mempunyai toko atau melakuka bisnis secara tradisional. Sebagai contoh: www.amazon.com dan www.cdnow.com. Sedangkan jenis perusahaan lainnya menggunakan e-commerce di internet sebagai pengganti kegiatan bisnis yang ada. Contoh jenis perusahaan ini adalah Barnes dan Noble. Selain menjual buku-buku di tokonya ke negara lain, Barnes dan Noble mengoperasikan website-nya dimana konsumen dapat mencari buku-buku yang menarik baginya untuk dibeli dan kemudian dapat memesannya melalui website tersebut.

Banyak perusahaan telah berpindah ke e-commerce dengan berbagai alasan. Dengan menggunakan internet untuk menjual dan memasarkan produk-produknya, perusahaan tersebut dapat menjangkau banyak pelanggan di seluruh dunia. Dengan menggunakan teknologi baru ini, banyak perusahaan dapat memajukan penjualan produk-produkya. Sebagai contoh: perusahaan komputer Compaq mulai menjual komputer pribadi secara online pada musim gugur tahun 1999 dan menggunakan search engine Alta Vista, yang ditampilkan sebanyak 40 juta kali per hari untuk mengajak pelanggan ke alamat www.compaq.com dan www.shopping.com, dimana komputer pribadi tersebut dijual. Sebagai hasilnya, penjualan komputer pribadi Compaq sangat tinggi yaitu hampir tiga kali lebih banyak dari yang diharapkan.

 

Kelebihan Electronic Commerce (EC)

Secara singkat Electronic Commerce (EC) mampu menangani masalah-masalah berikut, seperti:

  • Otomatisasi :  proses otomatisasi yang menggantikan proses manual
  • Integrasi       :  proses yang terintegrasi yang akan meningkatkan efisiensi dan efetivitas proses
  • Publikasi      :  memberikan jasa promosi dan komunikasi atas produk dan jasa yang dipasarkan
  • Interaksi       :  pertukaran data atau informasi antar berbagai pihak yang akan meminimalkan “human error”
  • Transaksi     :  kesepakatan antara dua pihak untuk melakukan transaksi yang melibatkan institusi lainnya sebagai pihak yang menangani pembayaran.

 

Keuntungan Electronic Commerce (EC) bagi Bisnis

Dengan melakukan kegiatan bisnis secara online, perusahaan-perusahaan dapat menjangkau pelanggan di seluruh dunia. Oleh karena itu dengan memperluas bisnis mereka sama saja dengan meningkatkan keuntungan. Pelaku bisnis dapat mengumpulkan informasi mengenai para pelanggannya melalui penggunaan cookies. Cookies merupakan file kecil yang terdapat di dalam hard disk pemakai pada ssat pemakai tersebut memasuki sebuah website. Cookies membantu operator website untuk mengumpulkan informasi mengenai kebiasaan membeli yang dilakukan sekelompok orang. Informasi ini tidak terhingga nilainya bagi bisnis karena informasi tadi menjadikan pelaku bisnis membuat target periklanannya lebih baik dengan informasi yang lebih baik mengenai demografis.

Keuntung lain bahwa e-commerce menawarkan pengurangan sejumlah biaya tambahan. Sebuah perusahaan yang melakukan bisnis di internet akan mengurangi biaya karena biaya tersebut digunakan untuk gedung dan pelayanan pelanggan (customoer service), jika dibandingkan dengan jenis bisnis tradisional. Hal ini membantu perusahaan dalam meningkatkan keuntungannya. Salah satu jenis bisnis yang mengambil keuntungan dari e-commerce adalah perbankan.

 

Keuntungan Electronic Commerce (EC) bagi Konsumen

Seperti halnya bisnis yang berkeinginan merangkul e-commerce sebagai suatu cara yang sah untuk melakukan kegiatan bisnis, konsumen juga berkeingingan mengambil keuntungan dari seluruh kemungkinan yang ditawarkan oleh e-commerce. Keuntungan yang terbesar bagi konsumen adalah melakukan bisnis secara online dengan mudah. Seorang pembeli di internet dapat menggunakan komputer pribadinya padi atau malam selama 7 hari per minggu untuk membeli hampir semua produk. Seorang konsumen tidak perlu mengantri di toko atau bahkan meninggalkan rumahnya, yang dilakukan hanya mengklik sebuah produk yang ingi dibeli, memasukkan informasi kartu kredit, kemudian menunggu produk itu tiba melalui pos.

Beberapa perusahaan e-commerce telah membuat proses ini lebih mudah. Beberapa toko online menyimpan informasi kartu kredit pembelinya di server mereka, sehingga informasi informasi yang dibutuhkan hanya dimasukkan sekali saja. Beberapa bisnis online bahkan tidak mengirimkan produk-produknya ke pelanggan melalui pos, khususnya yang menjual software komputer. Sebagai contoh: www.beyon.com mengizinkan para pelanggannya untuk men-download software yang dibelinya langsung ke komputer mereka. Produk-produk lain seperti vidio dan musik akan tersedia dengan cara seperti ini pada saat mendatang, sejalan dengan meningkatnya bandwidth dari waktu ke waktu dan waktu download yang menigkat.

Keuntungan lainnya yang ditawarkan oleh e-commerce ke konsumen adalah pengurangan biaya. Perusahaan yang menjual daham secara online, seperti www.e-trade.com membebankan biaya hanya sekitar $ 10 per perdagangan, yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan membeli saham tersebut melalui perantara saham tradisional.

 

Singkatnya, keuntungan e-commerce tersebut adalah:

Bagi konsumen                 :  harga lebih murah, belanja cukup pada satu tempat.

Bagi pengelolah bisnis    :  efisiensi, tanpa kesalahan, tepat waktu.

Bagi management            :  peningkatan pendapatan, loyalit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: