Rolade Steak or Chicken/Meat Rolls @meo_chan

Published Mei 18, 2012 by Meochan

Image

Bahan-Bahan

  • 300 gram daging sapi/ayam cincang
  • 1 sdt bawang putih yang sudah dihaluskan
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt merica halus (bila suka)
  • 5 lembar dadar telur untuk pembungkus
  • 1 butir telur untuk melumuri rolade

Cara Membuat

  1. Campur daging dengan bawang putih, garam dan merica sampai rata, bagi menjadi 5 bagian, masing-masing dibungkus dalam telur dadar, lalu kukus ± 30 menit.
  2. Setelah dingin, gulingkan dalam 1 butir telur dan goreng dalam minyak yang agak banyak sampai berwarna kecokelatan, angkat. Hidangkan dengan saus cabe (bila suka).

NB: banyaknya dadar telur menentukan banyaknya rolade steak yang dibuat.

Cordon Blue or Cheese Chicken Steak @meo_chan

Published Mei 17, 2012 by Meochan

Image

Bahan:
3 potong dada ayam tanpa kulit dan tulang
3 lembar smoked beef
2 lembar keju
1-2 butir telur ayam, kocok
50 g tepung terigu
50 g tepung roti/tepung serba guna
Garam dan merica

Cara membuat:

  • Sayat membujur daging dada ayam hingga terbuka dan berbentuk seperti kupu-kupu.
  • Bungkus dengan plastik lalu pukul-pukul dengan pemukul daging hingga pipih.
  • Taruh 2 lembar smoke beef kemudian selembar keju.
  • Tutup hingga keju dan daging asap ada di bagian tengah.
  • Gulingkan dalam tepung terigu, celupkan dalam telur kocok dan lapisi dengan tepung roti/tepung serba guna hingga rata.
  • Goreng dalam minyak panas dengan api sedang, goreng hingga kuning keemasan dan matang.
  • Angkat, tiriskan.
  • Dapat sajikan dengan French fries.

12 Februari 2012

Published Februari 13, 2012 by Meochan

Seperti anak kecil yang selalu ingin dimanja, disayangi dan diperhatikan…
Itulah aku…

Aku ingin orang-orang memperhatikan aku…
Aku ingin orang-orang menyayangi aku… Memelukku dengan erat, dalam dekapan hangat tubuh mereka….
Aku ingi orang-orang mengelus kepalaku, membuat aku seperti anak kecil…

Tapi itu semua telah berlalu…
Kini usiaku telah dewasa..
Aku harus merubah segalanya…
Segala pikiran, tingkah dan mungkin masih banyak hal lain yang harus aku ubah…

12 Februari 2012….

Kini genap sudah usiaku yang ke-18…

Kali ini, ulang tahunku dirayakan di rumah…
Berkumpul bersama keluarga…
Moment ini yang sangat aku dambakan sejak dua tahun yang lalu…
Makan bersama keluarga, walaupun sebenarnya hal itu dapat dilakukan kapan saja, tapi aku lebih menghayati moment ini di hari ulang tahunku…

Kali ini aku tidak memesan makanan, melainkan aku membuatnya sendiri….

Aku menyiapkan segala yang dibutuhkan dari pk 11.30 (11 Februari 2011)…
Semuanya aku siapkan dengan sepenuh hatiku….
Banyak hal yang aku pelajari di bulan Februari ini, aku belajar bagaimana kita harus melakukan segala kegiatan dengan sepenuh hati… Hal ini berguna agar, hasil kerja kita maksimal…

Pk 3.30 (12 Februari 2012), aku baru saja selesai menyiapkan bahan-bahan tuk masakkanku….

Pk7.30 (12 Februari 2012), aku bangun dari tidur pulasku…
Seharusnya aku telah bangun dpk 5.00, tapi karna kecapean jadi molor lagi deh…

Dari pk 7.30, aku mulai menyiapkan sarapan pagi untuk anggota keluargaku (untuk mama, cece-cece dan adikku)….

Tidak hanya sarapan, aku juga menyiapkan makan siang dan makan malam..
Pk 11.00, semuanya telah selesai…

Makanan yang aku masak adalah bubur ayam, ayam kodok isi, gorangan tahu, kacang rebus, spagetti…
Walaupun tak seberapa, tapi kebersamaan itu yang indah….

Selesai makan dan membersihkan dapur, aku pergi mandi dan tidur….
Sumpah!!!
Capek baget!!!

Pk 4.30, temenku menjemput aku tuk pergi ke gereja bersama…
Ya, sebelumnya kami sudah buat janji….
Sore ini, aku ke gereja…
Mengucap syukur pada-Nya, karna Dia telah menambahkan usiaku..
Kini aku telah bertabah tua…

Tetap di hari ini, aku merasakan kebaikan Tuhan..
Aku merasakan Tuhan benar-benar nyata dan memberi arti dalam hidupku…
Tuhan juga memberikan aku kehidupan kedua, yang mungkin orang lain tidak mendapatkannya…

Aku menangis menatap salib….
Betapa bodohnya aku dulu, yang selalu menatap bahwa Tuhan itu tidak adil…
Betapa bodohnya aku, yang selalu mengeluh, sementara “seharusnya” aku bisa tenang dan tidak mengeluh…

Di sisi lain, aku juga bahagia…
Karna Tuhan telah menjagaku selama 17 tahun terakhir dan kini Tuhan menambahkan usiaku lagi…
Aku juga bahagia, karna aku bisa melepaskan segala beban yang ada padaku….
Segala hal yang kutakuti…

Pk 7.00, aku bersama temanku makan di bersama….

Aku tak mengundang siapapun jua….
Aku tak mengundang teman sekelasku ataupun orang-orang yang menganggap aku sahabat terdekatnya… Kami hanya makan bersama…
Sebenarnya aku tak ingin merayakan ulang tahunku, tapi karna alasan tertentu, maka dari itu aku merayakannya…
Dan aku juga tak perlu menyebutkan alasan itu… Ya, karna menurutku itu juga tak terlalu penting…

Bukan berarti aku tak iklas tuk merayakannya…
Aku iklas kok….

Aku hanya berharap kalau temanku menganggap traktiran kali ini hanya untuk melunasi hutang ku padanya (karna ujian praktek algo gag dapat 100)..
Tapi aku akan menganggap traktiran kali ini hanya untuk merayakan ulang tahunku… (Aku sama sekali tak menyetujui taruhan konyol seperti itu, kalau kayak itu mah, rugi di akunya.. Tapi aku juga tak menginginkan dia mengetahui hari ulang tahunku)

Aku tak tahu dari mana dia mengetahui bahwa hari ini adalah hari ulang tahunku…
Dia memberikan aku kado…
Bagi aku, setiap kado sangat berarti dalam hidupku…
Entah itu dari orang tua, saudara, keluarga dan teman…
Aku merasa lebih diperhatikan…
Ya, harusku akui bahwasana dia adalah orang yang penting dalam hidupku untuk saat ini (setelah keluarga pastinya), walaupun kami hanya sekedar teman… Setidaknya……

Jujur, aku sempat ingin menjauhinya….
Tapi sangat berat bagiku tuk melakukan hal itu…
Untuk memutuskan hal itu, aku membutuhkan waktu berhari-hari…
Bahkan banyak waktu yang aku luangkan untuk membaca buku, yang dulunya aku menganggap buku itu sangat tidak penting..
Tapi melalui buku itu, aku berani tuk membuat keputusan dan aku merasa bahwa keputusan itu yang terbaik…
Sepertinya aku tak perlu menjelaskan secara detail apa yang terjadi dan apa yang aku rasakan serta keputusan seperti apa yang aku ambil…
Cukup hanya diriku saja yang mengetahuinya..

Setidaknya, hari ini kulalui dengan senyuman….
Aku tak ingi mengukir amarah, tangisan kesedihan, duka di hari ulang tahunku ini…
Aku hanya ingin merasakan bahagia, walaupun hanya sehari…
“Senyum dua jari”, aku akan berusaha tuk mengukirnya dihari-hariku selanjutnya..

 

Terima Kasih tuk Tuhan yang telah menjagaku selama 17 tahun terakhir dan hingga saat ini….
Terima Kasih tuk Papa yang telah menjagaku, mengajariku, memanjakanku, menyayangiku, memperhatikanku hingga usiaku yang ke-15…

Terima Kasih tuk Mama yang juga telah menjagaku, mengajariku, memanjakanku, menyayangiku, memperhatikanku hingga saat ini…
Terima Kasih tuk Saudara-Saudaraku yang selalu menenggang segala tingkah lakuku….

Terima Kasih tuk teman masa kecilku atas ucapan selamat tahunnya… Ucapan darimu, sungguh sangat berarti…
Terima Kasih juga tuk teman sekelasku, walaupun aku lupa kapan hari ulang tahunmu, tapi kamu mengingat hal itu…
Terima Kasih tuk teman-teman SMA-ku (celai, thae, and nona)… Ternyata kaliand masih mengingat hal sepele seperti itu….

Dan ucapan terima kasih yang terakhir untuk teman yang aku ceritakan di atas…
Terima Kasih atas 4 jam yang telah kamu luangkan…
Mungkin bagi kamu, ini tak berarti apa-apa…
Tapi bagi aku, 4 jam itu sungguh sangat berarti…
Terima Kasih juga untuk kadonya… Kamu satu-satunya orang yang memberikan aku kado di usiaku yang ke-18..

Makasih, ya…

^_^

M-Commerce

Published Desember 25, 2011 by Meochan

Definisi

Merupakan proses transaksi yang dilakukan dengan menggunakan perangkat mobile . Mobile Commerce (m-commerce) merupakan subset dari e-Commerce, yang didefinisikan sebagai proses transaksi yang dilakukan secara elektronik, baik melalui internet, smart card maupun perangkat mobile melalui jaringan seluler.

 

Perangkat yang digunakan dalam Mobile Commerce (m-commerce)

Pada umumnya, perangkat end user yang digunakan pada proses Mobile Commerce (m-commerce) adalah sebagai berikut:

  •  Handphone
  • Smart Phone
  • PDA
  • Laptop
  • Earpiece (Personal Area Network)

Setiap perangkat memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga dapat mempengaruhi tingkat penggunaannya, dan juga aplikasi / sistem Mobile Commerce (m-commerce) yang dapat digunakan. Karakteristik dari perangkat yang sangat mempengaruhi sistem Mobile Commerce (m-commerce) antara lain:

  • Ukuran dan warna dari display
  • Input device, seperti mouse dan keyboard / keypad
  • Memory dan CPU
  • Koneksi Jaringan dan Bandwidth
  • Operating Sistem
  • Smart Card reader

 

Kelebihan dan Kekurangan Mobile Commerce (m-commerce)

Mobile Commerce (m-commerce) lahir setelah e-commerce yang pada umumnya dilakukan melalui media internet. Kelahiran Mobile Commerce (m-commerce) tersebut terutama dipicu oleh tingginya tingkat penetrasi handphone di seluruh dunia. Dibandingkan sistem e-commerce lainnya, kelebihan Mobile Commerce (m-commerce) adalah sebagai berikut:

  • Ubiquity: pengguna dapat mengakses dari mana saja dan kapan saja.
  • Security: pada umumnya handset dilengkapi dengan smart card reader dan smart card-nya itu sendiri. Sehingga dapat digunakan sebagai secret authentication key.
  • Localization: memungkinkan diterapkannya location based services.
  • Convenience: ukuran dan berat dari handset membuat pengguna nyaman dalam bertransaksi.
  • Personalization: handphone merupakan perangkat yang bersifat personal, sehingga memungkinkan untuk menawarkan layanan / produk yang bersifat personal.

Namun demikian, diantara beberapa kelebihan seperti yang telah disebutkan di atas, Mobile Commerce (m-commerce) juga memiliki beberapa kekurangan:

  • Keterbatasan perangkat.
  • Tingkat keberagaman perangkat, jaringan dan operating sistem yang sangat tinggi, membutuhkan standardisasi platform antar vendor. Antara lain telah diatasi oleh J2ME.
  • Tingginya tingkat kehilangan / pencurian handphone.
  • Bertambahnya tingkat kerawanan terhadap security ketika data ditransfer melalui air interface.

 

Sistem Mobile Commerce (m-commerce)

Terdapat sejumlah besar payment sistem untuk e-commerce dan Mobile Commerce (m-commerce).

Beragamnya sistem tersebut disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:

  1. Waktu Pembayaran. Perbedaan yang terletak pada waktu pembayaran yang dilakukan oleh pengguna relatif terhadap waktur transaksi, yaitu apakah dilakukan pada saat transaksi, sebelum transaksi dilakukan atau setelah transaksi dilakukan.
  2.  Jumlah Pembayaran. Pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu transaksi dengan jumlah pembayaran besar, dan kecil. Terdapat perbedaan yang signifikan antara transaksi besar dan kecil. Pada transaksi dengan nilai yang besar, perlu dilakukan authentikasi melalui institusi finansial yang terpercaya. Sedangkan untuk transaksi kecil, authentikasi cukup hanya dilakukan pada level jaringan operator, antara lain melalui SIM Card.
  3. Isu Anonim. Anonim berarti indentitas pengguna / pelanggan tidak dapat diketahui oleh merchant. Terdapat sistem yang sepenuhnya anonym, anonym parsial atau bahkan tidak anonym. Masing-masing sifat tersebut dibutuhkan untuk transaksi yang berbeda-beda.
  4. Validasi yang dilakukan secara online atau offline

Selain keempat isu utama tersebut, beragamnya sistem e-commerce dan Mobile Commerce (m-commerce) juga dipengaruhi oleh isu lainnya:

  • Biaya instalasi yang timbul di sisi customer dan merchant.
  • Performansi (respon time).
  • Biaya per transaksi.
  • Terjaminnya ACID (Atomicity, Consistency, Isolation, Durability).
  • Sistem yang berjalan di tingkat nasional atau internasional

Pada transaksi Mobile Commerce (m-commerce), tahap-tahap transaksi pada dasarnya adalah mirip dengan yang terjadi pada transaksi konvensional. Hanya saja pada kasus remote payment, pengiriman detail informasi transaksi dilakukan melalui jaringan seluler.

Sehingga keamanan jaringan seluler juga menjadi perhatian khusus. Selain itu, proses pengiriman informasi transaksi juga melibatkan protocol browser, yang berupa WAP (Wireless Application Protocol), atau protocol sistem messaging seperti SMS (Short Message Service) dan USSD (Unstructured Supplementary Service Data. Keamanan dari setiap service tersebut juga harus diperhatikan untuk dapat mendukung sistem Mobile Commerce (m-commerce)  yang aman. Selain transaksi yang bersifat remote, Mobile Commerce (m-commerce)  juga dapat dilakukan untuk transaksi lokal, yang pada umumnya menggunakan koneksi Bluetooth, infrared atau RFID.

 

Proses Tahapan dalam Mobile Commerce (m-commerce)

Secara umum, tahapan proses pada Mobile Commerce (m-commerce) dapat dibedakan menjadi 4 tahap sebagai berikut:

  1.  Set-up dan Konfigurasi. Proses ini termasuk instalasi aplikasi khusus pada handset yang akan digunakan pada Mobile Commerce (m-commerce). Selain itu, untuk beberapa sistem Mobile Commerce (m-commerce) proses ini juga melibatkan proses pembelian atau penambahan nilai uang pada aplikasi tersebut.
  2.  Inisiasi Pembayaran. Pada tahap ini informasi pembayaran dikirimkan melalui jaringan seluler atau protokol wireless lainya kepada merchant.
  3. Authentikasi. Tahap ini merupakan tahap yang paling penting pada transaksi. Pada tahap ini diperiksa apakah pengguna memang berhak melakukan transaksi, serta memenuhi persyaratan finansial tertentu. Pada sebagian sistem pembayaran, proses ini melibatkan authentikasi berdasarkan SIM Card.
  4. Penyelesaian Pembayaran. Proses ini dilakukan ketika pengguna telah berhasil di-authentikasi, demikian juga transaksi itu sendiri telah berhasil di-authentikasi. Analoginya pada proses transaksi konvensional adalah dengan dicetaknya bukti pembayaran.

Sistem pembayaran yang banyak digunakan pada e-commerce saat ini pada umumnya tidak dapat diterapkan pada Mobile Commerce (m-commerce). Beberapa sistem yang dapat digunakan untuk Mobile Commerce (m-commerce) antara lain adalah:

  •  Software electronic coin. Nilai uang disimpan dalam bentuk software di handset pengguna, sehingga pengguna memilki control sepenuhnya terhadap penggunaan nilai uang tersebut. Electronic coin direpresentasikan dalam bentuk informasi nilai uang itu sendiri, serial number, tanggal kadaluarsa, dan signature dari institusi yang mengeluarkannya. Karena dalam bentuk software, sistem ini sangat mudah untuk diduplikat, dan proteksinya adalah dengan penggunaan serial number yang benar-benar unik. Ketika akan melakukan transaksi, pengguna mentransfer coin kepada merchant, yang kemudian oleh merchant tersebut akan di-forward kepada Bank yang mengeluarkan coin tersebut untuk menghindari duplikasi daripenggunaan coin tersebut. Apabila ternyata memang nilai uang tersebut valid, maka nilai uang tersebut selanjutnya dipindahkan dari pengguna kepada merchant. Terdapat permasalahan dalam hal pembangkitan dan penyimpanan nilai uang, yang disebabkan oleh keterbatasan handset. Sehingga pada umumnya electronic coin dibangkitkan di perangkat lain, setelah itu baru disimpan di handset. Kelebihan dari sistem ini adalah pengguna dapat sepenuhnya anonymous.
  • Hardware electronic coin. Pada sistem ini nilai uang disimpan pada suatu smart card yang tersimpan di dalam handset. Representasi nilai uang pada smart card tersebut sangat beragam, namun pada umumnya adalah berupa counter. Ketika akan melakukan transaksi, smart card pengguna dan smart card merchant saling melakukan proses authentikasi kepada pihak lainnya, kemudian akan terbangun suatu channel transaksi yang aman di antara kedua smart card tersebut. Selanjutnya nilai uang akan ditransfer dari pengguna kepada merchant. Kelebihan lain dari sistem ini adalah bahwa sistem ini dapat digunakan untuk transaksi yang sifatnya offline, yaitu pada POS (Point of Sales).
  • Background account. Pada sistem ini, nilai uang disimpan pada pihak ketiga yang dapat dipercaya, baik itu berupa account kartu kredit, account bank atau account pada operator seluler. Pada suatu transaksi, dimana pengguna / pembeli menerima receipt, maka selanjutnya pengguna akan mengirimkan suatu pesan authentikasi dan autorisasi kepada merchant, untuk selanjutnya merchant melakukan authorisasi kepada institusi yang mengelola account tersebut. Selanjutnya masing-masing account pengguna dan merchant akan disesuaikan nilainya sesuai dari nilai transaksi. Terdapat beberapa sistem background account, yang memiliki fitur yang berbeda-beda sesuai kebutuhannya. Perbedaan tersebut antara lain adalah format pengiriman message dari pengguna, apakan plain text atau ter-enkripsi.

 

Karakteristik Mobile Commerce (m-commerce)

Karakteristik M-Commerce

 

Analisis Penggunaan Mobile Commerce (m-commerce)

 

Penggunaan m-banking Bank Panin saat ini berkisar 2.000-an, paparnya. Setiap hari ada sekitar 500-1.000 nasabah Bank Panin yang menggunakan fasiitas m-banking. Yang menarik, di luar Jakarta, daerah yang tinggi pemakaiannya adalah di Makasar dan Pekanbaru, tuturnya. Robertus mensinyalir meningkatkannya pemakaian layanan m-banking Bank Panin, karena menggunakan teknologi SMS yang biaya murah dan tidak memerlukan telepon genggam yang canggih. Selain, m-banking dilengkapi dengan nomor PIN (Personal Identification Number), sehingga jikalau nasabah memasukkannya otomatis transfer akan gagal. Jadi, penggunaan m-banking cukup aman, katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Stephen Liestyo, general manager cusumer banking division Bank BCA Tbk.

Menurut beliau, fasilitas m-banking BCA yang diluncurkan sejak 11 Oktober 2001 terus menunjukan perkembangan yang meningkat. Hingga April 2002, jumlah nasabah BCA yang mendaftarkan diri menjadi pengguna fasilitas m-banking hamper mencapai 50.000 nasabah dan yang melakukan aktivitas penggunaannya mencapai hamper 30.000 nasabah.

Frekuensi transaksi dan nilai transaksi yang terjadi pada layanan m-banking BCA-pun terbilang tinggi. Setiap hari rata-rata terjadi transaksi non-finansial sebanyak 4.250 kali dan transaksi financial 1.190 kali senilai Rp 4.5 milliar.

Fitur m-banking BCA juga terus bertambah. Tidak hanya berupa informasi saldo, mutasi rekening atau transfer antar rekening. Akan teteapi, terdapat juga tagihan pembayaran kartu kredit, pembayaran voucher kartu prabayar telepon seluler utnuk order barang melalui internet.

Inovasi pembayaran m-banking BCA yang jauh ini telah bekerja sama dengan sekitar 40 institusi dan akan bertambah lagi, yakni menjadi sekitar 70 institusi. “Ini hanya masalah waktu saja”, tutur Stephen.

 

Analisis Penereapan Mobile Commerce (m-commerce) melalui Mobile Banking dalam Dunia Perbankan

Pendahuluan

Lembaga keuangan Bank adalah suatu badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali pada masyarakat dalam bentuk kredit atau dalam bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak (Azhar Maulana dan Septian K.W).

Di era informasi ini, lembaga keuangan (bank) memberikan layanannya tidak hanya melalui model-model konvensional saja tetapi sudah beralih pada pemanfaatan teknologi informasi. Bukan suatu rahasia lagi jika peran perbankan menjadi tulang punggung perekonomian bangsa, dan terciptanya kesuksesan kinerja bank juga tidak lepas dari dukungan telekomunikasi.

Selain sistem komunikasi kabel yang mutlak dibutuhkan, komunikasi berbasis selular nyatanya telah memberi peran yang cukup penting bagi setiap kalangan. Tidak hanya membangun suatu image perbankan, melainkan operator selular juga ikut merasakan betapa besar potensi yang dapat diraih dari sektor m-banking. Mobile banking yang juga dikenal sebagai M-Banking, SMS Banking dan lain-lain merupakan istilah yang digunakan untuk melakukan cek saldo, rekening transaksi, dan pembayaran melalui perangkat mobile seperti ponsel.

Gejala M-banking pun saat ini telah meningkat dari hari ke hari. Pengguna yang pada awalnya didominasi oleh kaum pebisnis, kini juga telah banyak digunakan oleh kalangan muda. Ini menunjukkan bahwa karena penggunaanya mudah sehingga setiap kalangan dapat menggunakan M-Banking tersebut. Mobile Banking (biasa dikenal dengan M-Banking) adalah suatu istilah yang digunakan untuk melakukan check saldo, transaksi, pembayaran dan sebagainya melalui sarana perangkat seluler.

Salah satu pengguna mobile banking adalah consumer bank.

Kelebihan sistem manajemen perbankan berbasis komputer sangat praktis, mudah dan cepat. Sistem ini juga sangat mudah digunakan oleh banyak pihak baik pihak administrasi, manajemen, karyawan, maupun tamu.

 

Sekilas mengenai Mobile Banking

Mobile Banking diluncurkan pertama kali oleh Excelcom pada akhir 1995 dan respon yang didapat juga beragam. Latar belakang dari kemunculan m-banking ini juga disebabkan oleh bank-bank yang saat ini ingin mendapat kepercayaan dari setiap nasabahnya. Dan salah satu cara yang dilakukan yaitu dengan pemanfaatan teknologi.

Peranan teknologi yang bertumbuh dengan pesat, harus dimanfaatkan secara cermat dan tepat. Berbagai teknologi menyediakan terobosan-terobosan baru yang dapat digunakan oleh bank dalam usahanya untuk selalu meningkatkan kualitas layanan yang ada.

Sehingga dari situlah bank-bank yang ada di seluruh dunia membuat suatu inovasi baru dengan meluncurkan m-banking. Contohnya di Indonesia, baik bank pemerintah maupun bank swasta nasional berlomba-lomba untuk meluncurkan teknologi m-banking. Bank Central Asia (BCA) misalnya, sebagai salah satu bank swasta nasional terbesar di Indonesia dengan skala jaringan elektronik yang tersebar luas. Bank Central Asia merupakan bank pertama yang meluncurkan sistem m-banking pertama di Indonesia dibandingkan bank-bank lainnya yang biasa disebut juga dengan m-BCA. Proses mbanking sendiri muncul tidak hanya berhubungan dengan bank saja, namun teknologi ini juga bekerja sama dengan operator seluler. Sehingga dapat dilihat bahwa m-banking memberikan banyak keuntungan bagi semua kalangan, baik bagi bank, operator seluler maupun bagi para nasabah pengguna m-banking.

Bukti nyata bahwa mobile banking juga tersebar hingga ke seluruh dunia yaitu dapat dilihat dari perkembangan mobile banking yang ada di negara-negara Eropa khususnya Jerman. “In Europe, mobile penetration rates are around 80% and Germany is the largest European mobile market with 50 million mobile users (Forrester, 2005b)”

Selain itu Amerika Serikat (menurut MMA, mobile marketing) juga merupakan salah satu negara besar pengguna M-Banking.

 

Kegunaan Mobile Banking

Mobile banking merupakan suatu layanan perbankan berbasis mobile phone atau HP. Seolah-olah ponsel dapat menjadi sebuah mesin ATM, yang bisa digunakan untuk mentransfer uang, mencek saldo dan mutasi, selain itu dengan mobile banking kita dapat melakukan berbagai jenis transaksi keungan.

Namun pada mobile banking otomatis tidak dapat mengeluarkan uang.

M-Banking sendiri memiliki pengertian yaitu sebuah fasilitas perbankan melalui komunikasi bergerak seperti handphone. Dengan penyediaan fasilitas yang hampir sama dengan ATM kecuali mengambil uang cash. Dengan ada nya M-Banking, pihak perbankan berusaha mempermudah akses para nasabahnya dalam melakukan transaksi.

Dengan adanya layanan M-Banking, nasabah bank-bank yang telah memiliki layanan dana tentu saja tidak perlu pergi ke ATM atau kantor Bank tersebut.

Hampir semua bank di Indonesia telah menyediakan fasilitas M-Bankingnya baik berupa SIM tolkit (Menu Layanan Data) maupun sms plain (sms manual) atau yang biasa dikenal dengan istilah sms banking.

Arti istilah SMS Banking merupakan layanan yang disediakan oleh Bank yang menggunakan sarana SMS untuk melakukan transaksi keuangan dan permintaan informasi keuangan , misalnya cek saldo, mutasi rekening dan sebagainya.

Keunggulan M-Banking adalah dapat di akses oleh semua pengguna handphone dengan tipe GSM. Dengan luasnya jangkauan signal GSM,layanan M-Banking tentu sangat memanjakan para nasabah. Namun Fasilitas M-Banking memiliki beberapa kelemahan diantaranya adalah akses untuk pengguna handphone CDMA, belum semua operator CDMA mempunyai layanan M-Banking.

Kegunaan, keuntungan dan kenyamanan yang dapat diperoleh dari penggunaan mobile

banking :

  1. Mudah. M-banking begitu mudah, untuk melakukan transaksi kita tidak perlu dating secara langsung ke bank, kecuali pada saat mendaftarkan nomor ponsel, selain itu tidak perlu memiliki ketrampilan khusus untuk menggunakan m-banking tersebut.
  2. Praktis. Setiap nasabah dapat langsung bertransaksi perbankan melalui ponsel setiap saat, kapan saja dan di mana saja.
  3. Aman. M-banking dilengkapi dengan sistem proteksi yang maksimal yang otomatis sudah terprogram sejak pendaftaran. Kemudian selain menggunakan PIN yang dapat dipilih sendiri dan nomor ponsel yang didaftarkan, setiap transaksi yang dilakukan juga akan di-encrypt (diacak) untuk menjamin keamanan transaksi setiap nasabah. Pakar multimedia Roy Suryo pernah menyebutkan, layanan mbanking relatif aman karena memakai sistem pengamanan berlapis, yakni dari provider telekomunikasi, serta dari jaringan sistem perbankan yang bersangkutan.
  4. Penggunaan yang bersahabat. Maksudnya yaitu Menu m-banking dirancang sedemikian rupa sehingga mudah digunakan oleh siapa saja. Nasabah tinggal memilih jenis transaksi dari menu yang sudah tersedia, sehingga tidak perlu mengingat / menghafal kode transaksi yang ingin dilakukan.
  5. Nyaman. Melalui m-banking, nasabah seperti memiliki ATM pribadi dalam genggaman tangan, karena berbagai transaksi yang dapat dilakukan di ATM dapat dilakukan melalui m-banking kecuali penarikan tunai.

Berikut merupakan contoh layanan dari m-banking pada bank BCA (E-Banking BCA ) :

Tampilan Layanan M-Banking BCa

 

Kesimpulan

Kesimpulan-kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut:

Perkembangan manajemen sistem informasi dan teknologi komunikasi yangsemakin marak, membuat bank berinisiatif untk membuat terobosan baru. Mobile banking merupakan suatu inovasi baru yang sangat bermanfaat bagi para nasabah juga lembaga keuangan (Bank). Karena kemudahannya dalam melakukan transaksi banyak orang yang telah menggunakan fasilitas mobile banking. Dengan demikian tampak bahwa mobile banking memberikan dampak yang cukup berarti bagi perkembangan lembaga keuangan (bank), karena banyak keuntungan yang diperoleh. Teknologi merupakan suatu bekal yang penting dalam menghadapi masa yang akan datang. Oleh karena itu, untuk pengembangan lebih lanjut sebaiknya dari pihak bank lebih memberikan pengetahuan lebih rinci kepada nasabah atau masyarakat luas terhadap penggunaan mobile bankig.

E-Government

Published Desember 25, 2011 by Meochan

Definisi

E-Government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara Pemerintah dan pihak-pihak lain. Penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C (Government to Citizen), G2B (Government to Business Enterprises), dan G2G (inter-agency relationship).

Ada beberapa definisi mengenai E-Government, diantaranya:

  • The World Bank Group mendefinisikan e-government sebagai berikut: “E-Government refers to the use by government agencies of information technologies (such as Wide Area Networks, the Internet, and mobile computing) that have the ability to transform relations with citizens, businesses, and other arms of government.” (Mozes, 2010)
  • United Nation Development Programme (UNDP) mendefinisikan e-goverment sebagai berikut: “E-government is the application of Information and Communication Technology (ICT) by government agencies” (Fatah, 2009).
  • Janet Caldow mendefinisikan e-goverment sebagai berikut: “ Electronic government is nothing short of a fundamental transformation of government and governance at a scale we have not witnessed since the beginning of the industrial era” (Fatah, 2009).
  • Anne Mozes mendefinisikan e-government sebagai penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara Pemerintah dan pihak-pihak lain. Penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C (Government to Citizen), G2B (Government to Business Enterprises), dan G2G (inter-agency relationship) (Fatah, 2009).

Kategori E-Government

E-Goverment dapat dibagi menjadi tiga kategori :

  1. Pemerintah ke Warga(Goverment to Citizen).Lembaga pemerintah makin banyak yang menggunakan internet untuk menyediakan layanan pada warga.
  2. Pemerintah ke Perusahaan(Goverment to Business).Pemerintah menggunakan internet untuk menjual dan membeli dari perusahaan.
  3. Pemerintah ke Pemerintah(Goverment to Government).Meliputi e-commerce intrapemerintah (transaksi antar pemerintah yang berbeda) serta berbagai layanan antar lembaga pemerintah yang berbeda.

Manfaat E-Government

  • Memperbaiki kualitas pelayanan pemerintah kepada para stakeholder-nya (masyarakat, kalangan bisnis, dan industri) terutama dalam hal kinerja efektivitas dan efisiensi di berbagai bidang kehidupan bernegara;
  • Meningkatkan transparansi, kontrol, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka penerapan konsep Good Governance di pemerintahan (bebas KKN);
  • Mengurangi secara signifikan total biaya administrasi, relasi, dan interaksi yang dikeluarkan pemerintah maupun stakeholdernya untuk keperluan aktivitas sehari-hari;
  • Memberikan peluang bagi pemerintah untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan baru melalui interaksinya dengan pihak-pihak yang berkepentingan;
  • Menciptakan suatu lingkungan masyarakat baru yang dapat secara cepat dan tepat menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi sejalan dengan berbagai perubahan global dan trend yang ada; dan
  • Memberdayakan masyarakat dan pihak-pihak lain sebagai mitra pemerintah dalam proses pengambilan berbagai kebijakan publik secara merata dan demokratis.

Prinsip Dasar E-Government

Dalam pemanfaatannya untuk pembangunan, diperlukan pemahaman bahwa e-gov :

  1. hanyalah alat;
  2. mempunyai resiko terhadap integrasi datayang sudah ada;
  3. bukanlah pengganti managemen publik dan kontrol internal pemerintahan;
  4. masihdiperdebatkan peranannya dalam hal mengurangi praktek KKN;
  5. juga masih diragukan untuk dapat membantu mengurangi kemiskinan;dan
  6. memerlukan kerjasama antar ICT profesional dan pemerintah.Sebagai salah satu   aplikasi telematika yang termasuk baru di bidang kepemerintahan, maka diperlukan waktu dan proses sosialisasi yang memadai agar para pelaku birokrasi dan masyarakat mampu memahami e-gov untuk kemudian mendayagunakan potensinya dan tidak terjebak kepada paradgima lama, project oriented activities.

 

Analisis Penerapan KTP Elektronik di Kota Jakarta

Sekilas tentang Pelayanan KTP Online adalah sebuah aplikasi untuk pembuatan Kartu Tanda Penduduk secara online baik bagi yang akan membuat KTP baru maupun yang akan melakukan perpanjangan. Dengan Aplikasi ini pemohon KTP dapat melakukan permohonanya secara langsung, dengan mengklik menu yang tersedia pada website.

Aplikasi Pelayanan KTP online ini mempunyai beberapa tugas sebagai berikut:

  •  Menyimpan biodata Penduduk
  • Menyimpan data Kecamatan
  • Menyimpan data permohonan
  • Menyimpan data masa berlaku

Saat ini hampir semua pemerintahan daerah di Indonesia sudah mempunyai website, dengan isi informasi umum seperti struktur organisasi, visi dan misi, alamat pejabat-pejabat, informasi pariwisata, pendidikan dan sebgaianya.  Pemrosesan Pembuatan KTP secara  online via Internet ini dipandang perlu dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Diharapkan aplikasi ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi waktu, mengatasi prosedur manual yang tidak praktis, dan sebagainya. Setelah NIK rampung atau selesai Departemen Dalam Negeri(Depdagri) akan memulai pengadaan KTP Elektronik. KTP biometric itu memiliki chip dan berpengaman. Penggunaannya beragam. Antara lain untuk penggunaan fasilitas-fasilitas pemerintahan, perbankan, dan data mobilitas penduduk. Selain itu KTP Elektronik juga bisa digunakan untuk mendukung agenda pemilihan umum. Seperti di Jembrana, Bali, yang sudah memilih secara elektronik dengan hanya menggunakan KTP. Desain KTP tersebut berupa KTP elektronik dengan memberikan kode tertentu yang berisi data orang tersebut. Fungsinya akan mirip dengan cara kerja kartu kredit atau kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang diterbitkan oleh bank. Kartu tersebut jika dimasukkan dalam mesin ATM dengan kode pin, dan langsung dihubungkan dengan data keuangan yang dipunyai orang tersebut. Jika uang ingin diambil sesuai dengan jumlah uang ditabungan, maka transaksi bisa dilanjutkan. Tetapi kalau tidak sesuai, maka transaksi pasti ditolak. Seperti itu salah satu  metode yang akan kita tempuh, karena dengan kartu sistem ini seseorang dapat dikenal dan diketahui di mana dia tinggal serta sesuai atau tidak. Baik untuk check in di hotel dan mengurus tabungan di bank.

Dan untuk memberantas praktik pemalsuan kartu tanda penduduk (KTP) di Kota Jakarta. Penggunaan e-KTP di Jakarta dimajukan lebih cepat dari rencana semula. Mulai tahun depan, e-KTP sudah diberlakukan, sebelumnya rencananya baru direalisasi pada 2012. Pemerintah Kota Jakarta menegaskan jika pelaksanaan e-KTP akan dilakukan pada akhir tahun 2011. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Jakarta tengah mempersiapkan teknis pelaksanaannya melalui pendataan penduduk Kota Jakarta. Sesuai petunjuk kependudukan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), setiap daerah mempunyai nomor register, maka akan diketahui KTP itu asli atau palsu. KTP elektronik digunakan untuk memperbaiki data kependudukan yang ada. Sementara untuk mencegah KTP palsu itu bisa dicegah dengan datang sendiri ke kelurahan jika ingin membuat kartu identitas tersebut. Pembuatan KTP gratis. Tidak ada pungutan jika memang pemohon datang langsung ke kelurahan.

Selain itu, penerapan KTP baru ini sesuai amanat dari Peraturan Presiden (Perpres) No 26 Tahun 2009 tentang Penerapan KTP Berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK). Dalam Perpres itu disebutkan agar seluruh daerah mempercepat pelaksanaan KTP elektronik. Kalau biasanya KTP manual yang digunakan, bakal diganti dengan e-KTP atau KTP elektronik. KTP ini sekaligus memiliki multifungsi. KTP model baru itu memiliki perbedaan signifikan dengan KTP manual. E-KTP dilengkapi chip, sidik jari dan tandatangan pemegang KTP. Chip berisi tentang data pemilik KTP. Selain itu dilengkapi nomor induk kependudukan yang hanya bisa dimiliki satu pemegang KTP. Sedangkan KTP manual sebelumnya hanya terdiri dari tanda tangan pemilik dan berisi tentang data diri pemilik. Untuk masa berlakunya sama seperti KTP sebelumnya (KTP manual) yakni selama lima tahun. E-KTP tak hanya sekedar tanda identitas penduduk saja. Rencananya bisa juga digunakan sebagai kartu pemilih.

Soal anggaran, ditahap awal pembuatan e-KTP gratis. Pasalnya, program itu dibiayai oleh APBN ditahap awal realisasi. Rincian biaya, satu e-KTP sebesar Rp 25.000. Tidak hanya pemegang KTP manual saja yang akan diganti, pemilik KTP seumur hidup untuk lansia pun harus mengganti KTP manual menjadi e-KTP. Dia menambahkan, diajukannya program e-KTP di kota ini karena dinilai sudah siap. Salah satu kesiapan yakni pemutakhiran data baru kependudukan sesuai Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Dalam waktu dekat Pemkot Jakarta segera melakukan konsolidasi data SIAK dengan pelayanan SIAK. Dengan menggunakan data ini, sistem informasi kependudukan kota ini ditata secara terpadu. Di akhir tahun 2011 nanti Pemerintah daerah sudah diharapkan mampu menyelesaikan Nomor Identitas kependudukan (NIK). Dengan adanya NIK yang akurat itu nantinya program e-KTP atau KTP elektronik bisa segera terlaksana. Dari data yang ada, tahun 2011 ini penyusunan NIK sudah harus selesai dan pemberlakukan e-KTP sudah bisa dilakukan. Sementara di akhir tahun 2012 ditargetkan seluruh warga sudah bisa memberlakukan E-KTP.

Adanya e-KTP itu akan sangat membantu karena dapat mengantisipasi kegiatan terorisme, masuknya pekerja ilegal dan penyalahgunaan dokumen. Hal itu bisa dilakukan karena nantinya tiap 1 warga hanya mempunyai 1 NIK.

Penggunaan NIK secara nasional itu demi keamanan Negara dan perbaikan kualitas demokrasi di Indonesia. Sebab, bercermin pada pilpres dan pemilu legislatif lalu, NIK menjadi biang ricuh daftar pemilihan tetap (DPT). Banyak nama ganda dan penduduk tak cukup umur memiliki hak pilih. Karena itu, data di NIK bakal komprehensif. Antara lain,sidik jari dan status kependudukan. Satu NIK hanya untuk satu penduduk.

Secara teknis maupun nonteknis, banyak sekali manfaat ataupun keuntungan yang masyarakat dapat dari pengadaan e-KTP ini sendiri. Tetapi apakah e-KTP ini sendiri tidak menemui hambatan dalam pelaksanaan awal?. Melihat praktek di beberapa daerah lain yang sebelumnya mencoba menerapkan e-KTP (Depok, Makasar, Tegal, Solo, Yogyakarta, Jembrana dan beberapa daerah lain), masih ditemukan hambatan-hambatan yang bersifat klasik, antara lain:

  1. Belum siapnya Pemerintah Daerah dari segi finansial. Membutuhkan Anggaran yang tinggi untuk pengadaan e-KTP. Harga sebuah KTP elektronik didasari oleh fitur biometrik dan chip yang tertanam dalam kartu tersebut. Sehingga, tak dapat dipungkiri lagi bahwa besarnya jumlah anggaran ini telah menjadi hambatan dari pencapaian program yang ditargetkan oleh pemerintah pusat telah selesai dilaksanakan pada 2012 ini.
  2. Sosialisasi, Pemenuhuan Sumber daya  aparatur pelaksana, dan disiapkannya sarana pendukung. Konsep e-KTP ini sangat padat teknologi. Sedangkan saat ini belum ada tindakan awal dari Pemerintah kota sendiri. Jangan kan bicara kelengkapan alat, penyiapan aparturnya pun belum ada.. Pengadaan e-KTP ini belum diikuti dengan bertambahnya tenaga kerja operasional yang seharusnya dipersiapkan untuk mensukseskan pengadaan e-KTP. Setidaknya ada dua orang operator komputer yang digunakan untuk memasukkan atau entry data kependudukan. Hal ini masih dirangkap oleh pegawai kantor kecamatan. Padahal, persoalan tenaga ini juga penting disiapkan guna mengantarkan KTP milik warga yang sudah jadi.
  3. Terputusnya aliran listrik dan kerusakan jaringan intranet atau internet. Ini bisa mengganggu pelayanan publik. Terlebih lagi, jaringan ini ditangani oleh instansi lain sehingga apabila ada kerusakan, pembenahan belum bisa optimal. Permasalahan ini sangat kompleks, mengingat banyak pemadaman listrik yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia dan juga beberapa daerah yang belum terjangkau internet.
  4. Kurangnya Persiapan Infrastruktur. Kita tidak siap secara infrastruktur. Seharusnya pelaksanaan e-KTP diantisipasi sejak dulu. Membuat persiapan personil dan fasilitasnya.
  5. Kendala Teknis. Kendala-kendala bersifat teknis di lapangan masih memerlukan pembenahan lagi, dan itu bersifat nasional contoh: alat deteksi, alat bukti KTP dalam sistem e-KTP, nantinya menggunakan alat gesek seperti biasa digunakan untuk menggesek kartu kredit, atau smart card lainnya. Itu berarti, semua lembaga yang memerlukan KTP sebagai alat bukti kependudukan, mesti memiliki alat gesek yang berlaku secara nasional. Ini menjadi kendala tersendiri, sebab jika tidak tersedia alat gesek keberadaan e-KTP tak berarti secara maksimal. Kendala teknis lainnya yang sangat kritikal yaitu ketersediaan fasilitas jaringan online ke semua lembaga sebab E-KTP tak hanya berfungsi sebagai alat bukti atau identitas kependudukan, tetapi juga menyimpan data-data kependudukan yang lebih luas; pekerjaan, status ekonomi, pendidikan, dan sebagainya. Karena ada ketidaksiapan pula pada instansi di luar pemerintah. Sehingga modul eletronik identitas yang ada di KTP tak mampu dipahami petugas luar pemerintah. Seperti contoh, Jogjakarta sempat menerapkan program ini. Ternyata saat mau digunakan di luar instansi pemerintah tidak bisa. Karena KTP itu tidak dikenal, alat deteksi e-KTP belum tersedia cukup.

 

Analisis Penerapan KTP Elektronik di Kota Jakarta Dilihat dari Perspektif Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan Publik

Salah satu konsep dasar dalam memuaskan pelanggan, minimal mengacu pada :

  1. Keistimewaan yang terdiri dari sejumlah keistimewaan produk, baik keistimewaan langsung maupun keistimewaan atraktif yang dapat memenuhi keinginan pelanggan dan dengan demikian dapat memberikan kepuasan dalam penggunaan produk itu.
  2. Kualitas terdiri dari segala sesuatu yang bebas dari kekurangan atau kerusakan. Acuan dari kualitas seperti dijelaskan diatas menunjukan bahwa kualitas selalu berfokus pada kepentingan/kepuasan pelanggan (Customer Focused Quality), sehingga dengan demikian produk-produk didesain,diproduksi, serta pelayanan diberikan untuk memenuhi keinginan pelanggan.

Oleh karena itu, maka kualitas mengacu pada segala sesuatu yang menentukan kepuasan pelanggan, suatu produk yang dihasilkan baru dapat dikatakan berkualitas apabila sesuai dengan keinginan pelanggan, dapat dimanfaatkan dengan baik serta diproduksi dengan cara yang baik dan benar. Sejalan dengan hal tersebut diatas, maka untuk memenuhi keinginan masyarakat (pelanggan), Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN) dalam keputusannya Nomor : 81/1995 menegaskan bahwa pelayanan yang berkualitas hendaknya sesuai dengan sendi-sendi sebagai berikut :

  • Kesederhanaan, dalam arti bahwa prosedur atau tata cara pelayanan diselenggarakan secara mudah, lancar, cepat dan tidak berbelit-belit serta mudah dipahami dan dilaksanakan.
  • Kejelasan dan kepastian, menyangkut;  prosedur atau tata cara pelayanan umum, Persyaratan pelayanan umum, baik teknis maupun administratif, Unit kerja atau pejabat yang bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan umum, rincian biaya atau tarif pelayanan umum dan tata cara pembayarannya, jadwal waktu penyelesaian pelayanan umum, hak dan kewajiban baik dari pemberi maupun penerima pelayanan umum berdasarkan bukti-bukti penerimaan permohonan atau  kelengkapannya, sebagai alat untuk memastikan pemrosesan pelayanan umum,  pejabat yang menerima keluhan pelanggan (masyarakat)
  • Keamanan, dalam arti bahwa proses serta hasil pelayanan umum dapat memberikan keamanan dan kenyamanan serta dapat memberikan kepastian hukum.
  • Keterbukaan, dalam arti bahwa prosedur atau tata cara, persyaratan, satuan kerja atau pejabat penanggung jawab pemberi pelayanan umum, waktu penyelesaian dan rincian biaya atau tarif dan hal-hal lain yang yang berkaitan dengan proses pelayanan umum wajib diinformasikan secara terbuka agar mudah diketahui dan difahami oleh masyarakat, baik diminta maupun tidak diminta
  • Efisien, meliputi; Persyaratan pelayanan umum hanya dibatasi pada hal-hal yang berkaitan langsung dengan pencapaian sasaran pelayanan dengan tetap memperhatikan keterpaduan antara persyaratan dengan produk pelayanan umum yang diberikan, Mencegah adanya pengulangan pemenuhan kelengkapan persyaratan, dalam  hal proses pelayanannya mempersyaratkan kelengkapan persyaratan dari satuan kerja, instansi pemerintah lain yang terkait.
  • Ekonomis, dalam arti pengenaan biaya pelayanan umum harus ditetapkan secara wajar dengan memperhatikan;  Nilai barang atau jasa pelayanan umum dengan tidak menuntut biaya yang tinggi diluar kewajaran,  Kondisi dan kemampuan pelanggan (masyarakat) untuk membayar secara umum, Ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
  • Keadilan yang merata, dalam arti cakupan atau jangkauan pelayanan umum harus diusahakan seluas mungkin dengan distribusi yang merata dan diperlakukan secara adil.
  • Ketepatan waktu, dalam arti pelaksanaan pelayanan umum dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan.Kompetensi pelayanan prima yang diberikan oleh aparatur pemerintahan kepada masyarakat, selain dapat dilihat dalam keputusan Menpan nomor 81/1993, juga dipertegas dalam instruksi Presiden nomor 1/1995 tentang peningkatan kualitas aparatur pemerintah kepada masyarakat.

Berikutnya kita analisis, apakah kelak ketika KTP elektronik ini diberlakukan mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat, terutama Masyarakat Kota Jakarta, dilihat dari aspek pelayanan  publik. Sebelum e-KTP ini diberlakukan, di Kota Jakarta telah ada pelayanan publik yang berbasis sistem informasi. Diantaranya, SAMSAT corner yang memudahkan warga Jakarta untuk membayar pajak dan SIM corner maupun SIM keliling yang memudahkan warga Jakarta untuk mengurus Surat Izin Mengemudi, yang memberikan pelayanan pembuatan SIM maupun perpanjangan SIM. 2 (dua) pelayanan tersebut diapresiasi penuh  oleh Warga Jakarta, dan 2 (dua) unit pelayanan tersebut hampir tidak pernah sepi, karena pelayanannya yang cepat dan terbuka. Apakah kelak KTP Elektronik juga mampu memberikan kepuasan yang sama atau bahkan lebih seperti halnya SAMSAT dan SIM corner?

Gambar berikut kurang lebih mampu menjelaskan kelebihan penerapan KTP elektonik dari segi pemuasan pelayanan terhadap masyarakat (Secara teoritis, kita bisa melihatnya jika berpacu dalam keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN)  Nomor : 81/1995).

Hubungan Antara NIN dan Nomor Indentitas Lainnya

Berdasar gambar tersebut, jika kita melihat dari aspek Kesederhanaan, Keterbukaan, Kejelasan dan kepastian serta Efisien sudah cukup terpenuhi, dalam arti bahwa prosedur atau tata cara pelayanan diselenggarakan secara mudah, lancar, cepat dan tidak berbelit-belit serta mudah dipahami dan dilaksanakan. Prosedur atau tata cara pelayanan umum, persyaratan pelayanan umum, baik teknis maupun administratif, unit kerja atau pejabat yang bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan umum, rincian biaya atau tarif pelayanan umum dan tata cara pembayarannya, jadwal waktu penyelesaian pelayanan umum, hak dan kewajiban baik dari pemberi maupun penerima pelayanan umum berdasarkan bukti-bukti penerimaan permohonan atau  kelengkapannya, sebagai alat untuk memastikan pemrosesan pelayanan umum, pejabat yang menerima keluhan pelanggan (masyarakat) persyaratan pelayanan umum hanya dibatasi pada hal-hal yang berkaitan langsung dengan pencapaian sasaran pelayanan dengan tetap memperhatikan keterpaduan antara persyaratan dengan produk pelayanan umum yang diberikan, mencegah adanya pengulangan pemenuhan kelengkapan persyaratan, dalam  hal proses pelayanannya mempersyaratkan kelengkapan persyaratan dari satuan kerja, instansi pemerintah lain yang terkait.

Dari aspek Keamanan, dalam arti bahwa proses serta hasil pelayanan umum dapat memberikan keamanan dan kenyamanan serta dapat memberikan kepastian hukum, hal itu nantinya akan terlihat jelas dari struktur hierarkis birokrasi penyedia layanan tersebut. Siapa penanggung jawab dan siapa Kepala yang membidangi pelayanan tersebut.

Dari aspek Ekonomis, dalam arti pengenaan biaya pelayanan umum harus ditetapkan secara wajar dengan memperhatikan;  nilai barang atau jasa pelayanan umum dengan tidak menuntut biaya yang tinggi diluar kewajaran,  kondisi dan kemampuan pelanggan (masyarakat) untuk membayar secara umum, ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, e-KTP dapat dikatakan amat sangat ekonomis. Mengingat ditahap awal pembuatan e-KTP tidak dipungut biaya atau gratis. Pasalnya, program itu dibiayai oleh APBN ditahap awal realisasi. Dengan rincian biaya, satu e-KTP sebesar Rp 25.000.

Dari aspek Keadilan yang merata dalam arti cakupan atau jangkauan pelayanan umum harus diusahakan seluas mungkin dengan distribusi yang merata dan diperlakukan secara adil, tentunya semua berharap pelayanan yang diberikan melihat aspek ini. Akan tetapi, untuk menilai aspek ini harus melihat terlebih dahulu ketika implementasinya nanti. Namun, jika melihat dari suksesi SAMSAT dan SIM corner, aspek Keadilan akan terpenuhi. Kalaupun aspek ini tidak terpenuhi, saya rasa akan ada sanksi bagi aparatur yang melakukannya. Karena dinilai melanggar aturan yang ada.

Dari aspek Ketepatan waktu, dalam arti pelaksanaan pelayanan umum dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan, saya rasa bisa terpenuhi melihat dari suksesi SAMSAT dan SIM corner yang mampu memberikan pelayanan yang terbuka dan cepat. Dari e-KTP sendiri, melihat prosedur yang sudah jelas dan tata cara pelayanan diselenggarakan secara mudah, lancar, cepat dan tidak berbelit-belit serta mudah difahami dan dilaksanakan, sepertinya tidak akan memakan waktu lama.

(Persson dan Larsson, 2004) Menggunakan pendekatan grounded theory dengan metode analisa kualitatif, membangun sebuah model teori kualitas pelayanan dari perspektif pelanggan. Model ini dibangun dengan pemikiran bahwa persepsi pelanggan tentang apa yang membentuk kualitas pelayanan dibentuk oleh pengalaman mereka atas struktur pelayanan yang telah ada dan oleh sistem norma, harapan, dan pengalaman mereka sendiri. Dalam model ini, kualitas pelayanan dipahami dalam 2 struktur yang jelas dari organisasi pelayanan yang intinya hubungan manusia sebanding dengan aspek fisik, administratif dan kualitas lingkungan pelayanan administratif.  Pandangan pelanggan (customers) mengandung aspek rasional dan aspek kemanusiaan. Dengan kata lain, kepuasan pelanggan terhadap pengadaan e-KTP di Kota Jakarta jika dilihat dari aspek pelanggan (bukan dari provider) dapat dilihat dari 4 dimensi yaitu:

  1. Kompetensi teknis dari pemberi pelayanan.
  2. Tingkat orientasi identitas dalam sikap dan tindakan pemberi pelayanan.
  3. Kondisi teknis fisik dari organisasi pelayanan.
  4. Atmosfer sosiokultural dari organisasi penyedia layanan (dalam hal ini Dinas Kependudukan).

Sedangkan persepsi pelanggan terhadap kompetensi teknis administratif maupun fasilitas layanan  berdasar pada;

  • Kepentingan personal.
  • Peralatan Pelayanan.
  • Karakteristik Ruang Pelayanan.

Dengan pemahaman terhadap persepsi pelanggan akan kualitas pelayanan, penyedia jasa tidak akan menempatkan pandangan dalam satu sisi yang dianggap telah mampu memberikan kepuasaan. Disisi lain masih sangat dimungkinkan, apa yang menjadi keyakinan pemberi pelayanan ternyata masih belum melihat keunikan dari pelanggan dan kultur masyarakat disekitarnya. Menjadi institusi yang terbuka dalam menerima kritik, multak diperlukan untuk kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan. Kepuasan yang dimaksud disini adalah Evaluasi spesifik terhadap keseluruhan pelayanan yang diberikan, dimana pengukuran atau respon pelangggan dilakukan secara langsung atas pelayanan yang telah diberikan pemberi jasa (Zeithaml dan Bitner dalam Setyawan dan Ihwan, 2004).

Dengan kata lain, e-KTP dapat dianggap sukses jika kita juga melihat dari paradigma users (dalam hal ini masyarakat) selaku pengguna e-KTP .Sukses tidaknya pelayanan tersebut jika yang menilai adalah masyarakat itu sendiri. Apabila masih ditemukan ketidakpuasan terhadap pelayanan maupun pengadaan, maka Dinas kependudukan selaku provider harus secepatnya membenahi pelayanannya. Baik itu secara sistematis, infrastruktur, maupun budaya kerja individu-individu penyedia pelayanan.

Frederick Herzberg (1972) mengembangkan teori 2 faktor yang membedakan dissatisfier (faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan) dan satisfier (faktor yang menyebabkan kepuasan). Untuk mengukur apakah pelanggan itu puas terhadap suatu pelayanan atau salah satu tolak ukur pelayanan itu dikatakan baik atau tidak, tidak cukup hanya melihat dari ketidak beradaan  dissatisfier, sebaliknya satisfier harus ada secara aktif untuk memotivasi suatu produk. Contohnya menggunakan e-KTP, bila tidak ada garansi pelayanan yang baik dari penyedia layanan, maka tidak puas. Namun bila ada garansi pelayanan yang baik dari penyedia layanan,  produk tidak akan menjadi pemuas atau motivator  penggunaan e-KTP, karena hal ini bukan merupakan sumber kepuasan intrinsik e-KTP. Kemudahan penggunaan e-KTP, efektivitas, otentifikasi, standardisasi, privasi dan keamanan identitas yang akan menjadi kepuasan dan meningkatkan kenikmatan masyarakat atas pengadaan e-KTP tersebut. Teori motivasi Herzberg memiliki 2 implikasi:

  • Bagian pelayanan  harus berusaha sebaik-baiknya untuk menghindari dissatisfier. Contohnya dengan pengadaan buku petunjuk pemberian pelayanan yang baik dan benar atau menghindari kebijakan pelayanan yang buruk.
  • Organisasi Penyedia Layanan (Dinas Kependudukan) harus mengindentifikasi satisfier utama atau motivator bagi masyarakat dalam pelayanan e-KTP dan kemudian menyediakannya.

Dalam Teori Integrasi Individu (Charles M. Savage,1990) yang mengutamakan kualitas melalui kepuasan individu (pelanggan maupun anggota organisasi) menyatakan bahwa pelanggan pada dasarnya memiliki harapan terhadap 2 atribut, yaitu:

  1. Atribut Pokok (atribut standar) yang selayaknya harus terdapat pada setiap produk/layanan.
  2. Atribut puas yang merupakan atribut tambahan yang bukan merupakan atribut standar.

Dengan kata lain, jika masyarakat kecewa, maka Dinas Kependudukan harus mengelola atribut pokoknya dengan baik agar pelanggan menjadi tidak kecewa. Sedangkan kondisi tidak puas terjadi apabila atribut puas yang ditawarkan oleh Dinas Kependudukan belum sesuai dengan harapan masyarakat. Sesuai konsep “Model Sikap dan Perilaku Pelanggan”, bahwa kepuasan masyarakat dapat tercapai bila apa yang dialami terhadap produk/layanan Dinas Kependudukan sesuai dengan harapan masyarakat. Untuk itu Dinas Kependudukan harus mengelola atribut pokok dan atribut puas dengan baik. Apabila atribut pokok telah dipenuhi sesuai dengan harapan masyarakat, dan atribut puas dapat melebihi harapan masyarakat, maka masyarakat akan menjadi senang, yang pada akhirnya memiliki efek samping tercapainya loyalitas masyarakat terhadap pelayanan yang disediakan oleh pemerintah (muncul kepercayaan terhadap birokrasi pemerintah).

Kesimpulan

 Program KTP Elektronik sangat baik karena dapat mendata penduduk dengan sangat akurat. Selain itu juga dapat mengurangi KTP ganda ataupun pemalsuan KTP.

Dari penjabaran di atas maka dapat disimpulkan bahwa adanya sistem informasi yang baik menghasilkan tata pemerintahan yang baik, di Kota Jakarta khususnya di Bidang pelayanan publik. Dengan penggunaan sistem informasi yang ada,  Kota Jakarta mampu memberikan pelayanan kepada masyarakatnya secara maksimal. Sistem informasi dapat berjalan dengan baik apabila masing-masing subsistem berjalan dengan baik. Apabila sistem dapat berjalan dengan baik maka informasi yang dibutuhkan masyarakat dapat terpenuhi sehingga menghasilkan kepuasan terhadap pelayanan yang diberikan oleh pemerintah. Selain itu, Penerapan  E-Government ini membawa banyak manfaat, antara lain:

  1. Pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. Informasi dapat disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor.
  2. Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Adanya keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik.
  3. Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya.
  4. Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Sebagai contoh, koordinasi pemerintahan dapat dilakukan melalui email atau bahkan video conferencing.
  5. Peningkatan kualitas pelayanan (layanan publik 24 jam berkat adanya teknologi internet), dengan menggunakan teknologi online, banyak proses yang dapat dilakukan dalam format digital, hal ini akan banyak mengurangi penggunan kertas (paperwork), sehingga proses akan menjadi lebih efisien dan hemat, database dan proses terintegrasi; akurasi data lebih tinggi, mengurangi kesalahan identitas dan lain-lain.

Consumer to Consumer (C2C)

Published Desember 25, 2011 by Meochan

Consumer to Consumer (C2C) adalah model e-commerce yang menjamur di Indonesia saat ini. Contoh dari Consumer to Consumer (C2C) adalah iklan baris dan tok-toko buku online dadakan (dimiliki oleh individu yang umumnya memanfaatkan layanan blog gratis seperti blogspot). Consumer to Consumer (C2C) terjadi karena seorang individu melakukan penjualan produk atau jasa langsung kepada individu lainnya.

Consumer to Consumer (C2C) adalah di mana transaksi terjadi antara pelanggan dengan menggunakan pihak ketiga (third-party). Contohnya, seorang pelanggan yang menjual sepatu memasang berita di sebuah website lalu pelanggan yang lainnya menawar untuk membelinya. Pihak ketiga tersebut biasanya akan mengenakan biaya di awal atau dengan pembagian komisi.

Contoh pihak ketiga Consumer to Consumer (C2C):

  • Amazon.com
  • eBay, komunitas perdagangan online orang ke orang dengan lebih dari 23 juta pengguna yang terdaftar
  • kaskus (pada Forum Jual Beli)
  • WebMD, jaringan kesehatan online

Consumer to Consumer (C2C) popular dikalangan antara pelajar karena terdapat komunitas besar dan berasal dari daerah yang sama. Lalu mereka mencari alternative untuk berjualan dan mencari media yang murah untuk menjual barang yaitu dengan menggunakan website pihak ketiga seperti pada contoh.

Saluran Consumer to Consumer (C2C) yang paling menonjol adalah e-mail, yang berfungsi sebagai kantor pos digital. C2 berarti bahwa pengunjung online semakin banyak menciptakan informasi produk, bukan hanya mengkonsumsinya. Mereka bergabung dengan sejumlah kelompok minat Internet untuk berbagi informasi, sehingga “omongan dari web ke web” bergabung dengan “omongan dari mulut ke mulut” sebagai pemberi pengaruh pembelian yang penting. Omongan tentang perusahaan yang baik cepat menyebar dan omongan tentang perusahaan yang jelek jauh lebih cepat menyebar.

Business to Consumer (B2C)

Published Desember 25, 2011 by Meochan

 Definisi

Suatu proses yang terjadi apabila suatu perusahaan atau organisasi menjual produk atau jasa pada pelanggan-nya melalui jaringan internet (secara online).

Menurut Munir Fuady, Business to Consumer (B2C) adalah transaksi ritel dengan pembeli individual.

Menurut Onno W. Purbo, Business to Consumer (B2C) adalah mekanisme toko online (elektronic  shopping mall), yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customers.

Data Life Cycle

Business Analytics

 

Karakteristik

  • Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan untuk umum.
  • Servis yang diberikan bersifat umum dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh banyak orang, contohnya: karena sistem WEB sering digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis WEB.
  • Servis diberikan berdasarkan permohonan .  dalam kondisi ini, customers memberikan suatu ide (inisiatif) dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.
  • Transaksi sederhana

Perkembangan Business to Consumer (B2C)

Pada awalnya Internet belum menyediakan layanan untuk bertransaksi dengan konsumen. Pada tahun 1984, diciptakan sistem transaksi perbankan secara online oleh AT&T, tetapi tidak berhasil dikarenakan infrastruktur yang tidak memadai. Pada tahun 2000 diperkenalkan situs belanja online yang bernama Amazon.com.

Setelah saat itu, mulai banyak bermunculan situs-situs belanja/transaksi online yang mengusung prinsip Business to Consumer (B2C).

Tantangan Utama dalam Business to Consumer (B2C)

  1. Membangun privasi dan kepercayaan pada konsumen
  2. Menciptakan ketergantungan dan loyalitas
  3. Kelengkapan, keragaman dan ketersediaan barang dan jasa.

Pelayanan Business to Consumer (B2C)

  1. Memuat contoh produk yang dijual beserta informasinya.
  2. Melakukan transaksi penjualan barang.
  3. Melakukan transaksi pembayaran barang.
  4. Melakukan transaksi pengiriman barang.
  5. Membuat berita-berita terbaru tentang produk.
  6. Menginformasikan lokasi penjualan dan layanan.
  7. Memberikan service secara lengkap.

Produk Business to Consumer (B2C)

  • Produk Digital (Soft Goods), seperti lagu, album, film, program komputer, update dan jasanya.
  • Produk Fisik (Hard Goods)merupakan suatu produk yang tidak dapat dikonsumsi sesegera mungkin (secara langsung) setelah diunduh. Contoh: DVD, kaset dan lain sebagainya.

Klasifikasi Business to Consumer (B2C)

Secara umum, tipe Business to Consumer (B2C) terbagi menjadi 4 klasifikasi, yaitu:

Auction Store

Tempat untuk memberikan pelayanan dalam bidang perdagangan. Misalnya untuk pengiklanan produk perusahaan, cara pembayaran dan sebagainya. Contoh: www.ebay.com , www.swinde.com

Online Store

Tempat untuk menjual atau membeli secara digital dengan memilih, memesan barang lewat internet tanpa harus bertatap muka dengan penjual secara langsung maupun barang yang ingin dibeli. Contoh: www.Amazon.com , www.tokopedia.com

Online Service

Tempat untuk meminta informasi dan service lain dari perusahaan dengan cepat dan mudah atau dapat melakukan proses jual beli, misalnya jasa tiket perjalanan, jasa service dan lain-lain. Contoh: www.wotif.com , www.airasia.com , www.bliztmegaplex.com

Other Service

Layanan yang menyediakan fasilitas untuk penjualan produk dan jasa diluar klasifikasi yang telah dijabarkan sebelumnya. Contoh:  www.kaskus.us , www.facebook.com

Keuntungan dan Kerugian/Kelemahan Business to Consumer (B2C)

  • Keuntungan Business to Consumer (B2C) bagi company atau perusahaan adalah:
  1. Dapat mempromosikan produk mereka secara luas.
  2. Dapat melayani transaksi selama 24 jam penuh tanpa terganggu waktu libur ataupun break.
  3. Dapat langsung berinteraksi dengan customers tanpa perantara.
  4. Dapat meminimalkan cost yang dikeluarkan.
  • Keuntungan Business to Consumer (B2C) bagi customers adalah:
  1. Dapat melakukan pembelanjaan dengan mudah.
  2. Memiliki banyak pilihan dan waktu utnuk menentukkan yang disukai.
  • Kelemahan
  1. Produk yang kita order tidak dapat kita lihat secara langsung dan kita teliti (periksa) lebih lanjut.
  2. Produk yang kita lihat di website, terkadang tidak sesuai seperti aslinya. Maksudnya ada perbedaan bentuk, warna, ukuran dan lain sebagainya.

Analisis Business to Consumer (B2C)

 

Resume Business to Consumer (B2C)

Dalam perdagangan Business to Consumer (B2C) secara online, terdapat 2 jenis barang yang ditawarkan.

  1. Hard Goods adalah barang yang berwujud nyata. Bila dibeli maka akan dikirimkan kepada pelanggan melalui jasa pengiriman. Dalam penelitian ini, barang yang diperdagangkan adalah baju dan fancy (aneka kado-kado lucu).
  2. Soft Goods sering juga disebut sebagai digital goods seperti berita dan informasi yang dapat diterima oleh pelanggan dengan cara download.

Karakteristik yang membedakan antara online Business to Consumer (B2C) dengan perdagagnan konvensional  adalah perusahaan dapat berhubungan langsung dengan konsumen tanpa perantara. Hal ini sangat menguntungkan perusahaan dari segi laba, karena tidak perlu berbagi keuntungan dengan perantara.

Beberapa hal yang harus dipenuhi agar konsumen tertarik untuk membeli  barang atau menggunakan layanan dari penjual, yaitu:

  1. Produk, memberikan informasi yang jelas tentang barang yang dijual, lengkap dengan gambar barang tersebut.
  2. Harga, menyebutkan harga barang. Di dalam menetapkan harga ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain: kualitas, permintaan pasar dan harga pesaing.
  3. Promosi, melakukan promosi melalui iklan baik di media cetak maupun elektonik dan alat komunikasi lainnya.
  4. Pengepakan dan pengiriman , memperhatikan distribusi barang secara fisik dan menjaga keutuhannya. Selain itu diusahakan pengiriman secepat mungkin agar tidak mengecewakan konsumen

Analisis Sistem dan Permasalahan Business to Consumer (B2C)

Pada dasarnya proses penjualan di toko secara konvensional dan proses penjualan di website adalah sama, tapi penerapan system penjualan secara online berbasis WEB diharapkan dapat mengatasi batasab-batasan yang sering ditemui dalam proses penjualan di toko secara konvensional.

Secara garis besar, proses penjualan di toko secara konvensional dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Customers datang ke toko pada waktu jam buka toko.
  2. Customers melihat-lihat produk dan membanding-bandingkan produk-produk yang ada dan kemudian memutuskan untuk membelinya atau tidak.
  3. Customers memutuskan untuk membeli dan  memutuskan system pembayaran yang akan digunakan (tunai, debet atau kredit).
  4. Setelah proses pembayaran selesai dilakukan, maka customers dapat membawa produk yang dibeli.

Beberapa masalah yang sering ditemui dalam proses penjualan toko secara konvensional, sebagai berikut:

  1. Pembelian hanya dapat dilakukan selama jam buka toko.
  2. Customers tidak dapat datang ke toko karena tidak ada waktu, sibuk atau keadaan jalan yang macet.
  3. Informasi tentang produk yang didapat di toko tidak terlalu akurat, karena beberapa hal seperti: kertebatasan human atau berada pada jam sibuk toko, sehingga pelayanan tidaklah maksimal.

Analisis Pengaruh Facebook (salah satu Business to Consumer (B2C)) terhadap Penjualan Online

Media online telah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Melalui akses online memudahkan masyarakat untuk mengetahui berita-berita terhangat, seperti berita selebriris, politik, perekonomian dan lain sebagainya. Perkembangan media online sangatlah pesat. Dari sekedar mengirim pesan singkat hingga akun jejaringan social yang berguna untuk menambah relasi dengan sesama (menambah teman). Contoh:

  • Website pencari, seperti google, yahoo dan beberapa situs lainnya.
  • Situs jejaringan social, seperti Facebook.

Dewasa ini, Facebook merupakan media online yang sedang ‘trend’. Facebook adalah situs jejaringan social yang memiliki tampilan-tampilan lengkap dengan fungsi yang ditawarkan. Dari sekedar mencari teman, up-date status, bermain permainan-permainan yang ditawarkan dan saat ini Facebook juga dapat digunakan sebagai tempat untuk ‘Berbisnis’ (menghasilkan uang). Salah satu bisnis online yang ada di Facebook adalah bisnis butik dan fancy (aneka kado lucu) yang saat ini menjadi ‘trend’ di masyarakat. Lantas, bagaimana pendapat customer (masyarakat) yang mengetahui bahwa Facebook dapat dijadikan sebagai sarana jual-beli produk? Berikut analisis tentang pengaruh Faceboook terhadap pembelian baju butik dan fancy secara online.

Sebanyak empat orang narasumber telah diwawancara terkait dengan penelitian ini. Dari ke-empat narasumber ini adalah mereka yang pernah atau tahu tentang pembelian baju butik dan fancy melalui Facebook.

Dari ke-empat narasumber, tiga diantaranya setuju dengan Facebook dapat membantu penjualan baju butik dan fancy secara online. Sisanya, tidak setuju dengan pengaruh Facebook terhadap pembelian online.

Tiga narasumber yang setuju merupakan narasumber yang percaya bahwa Facebook dapat berpengaruh terhadap penjualan serta pembelian online. Mereka berpendapat bahwa Facebook merupakan media baru yang efektif yang dapat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Mereka menilai Facebook sangat efektif, karena akun Facebook, butik dan fancy online dapat mengetahui secara langsung profil pembeli dan mengetahui siapa saja yang dapat ditargetkan menjadi pembeli. Hal ini mengakibatkan Facebook mempengaruhi gaya hidup mereka, artinya dahulu mereka membeli baju dengan cara mengunjungi tokonya dan sekarang dengan adanya Facebook mereka dengan mudahnya bisa membeli dengan cara online tanpa harus mengunjungi toko tempat mereka berbelanja.

Narasumber lainnya adalah narasumber yang tidak menyukai pembelian produk-produk online. Factor utama yang membuat narasumber ini tidak membeli suatu produk secara online adalah ‘kepercayaan’. Ia merasa dirinya belum mempunyai tingkat kepercayaan bila membeli suatu produk secara online, karena takut akan produk tersebut. Takut produk yang ia beli tidak sesuai dengan gambar ataupun ukuran yang ia kehendaki. Akan tetapi, ia berpendapat bahwa Facebook merupakan cara yang cukup efektif dalam penjualan suatu produk. Ia juga berpendapat bahwa Facebook merupakan suatu metoda yang sedang ‘trend’ untuk menjual produk-produk tertentu.

Selain itu, Facebook tidak berpengaruh terhadap gaya hidup yang ia jalani selama ini. Ia teteap setia dengan cara pembelian yang tradisional, yakni pergi ke toko langsung dan mencoba barangnya sendiri.

Menurut analisis saya, Facebook merupakan suatu media yang cukup efektif untuk menjual produk-produk tertentu serta dapat berpengaruh terhadap tingkat pembelian seseorang.

Assauri (1999:4) mendefinisikan pemasaran: “Sebagai usaha menyediakan dan menyampaikan barang dan jasa yang tepat kepada orang-orang yang tepat pada tempat dan waktu yang tepat dengan promosi  dan komunikasi yang tepat”.

Dari definisi di atas menunjukkan bahwa pemasaran merupakan serangkaian prinsip untuk memilih pasar sasaran (target market), mengevaluasi kebutuhan konsumen,mengembangkan barang dan jasa, pemuas keinginan, memberikan nilai kepada konsumen dan laba bagi perusahaan. Karena masyarakat Indonesia sendiri yang tergolong cepat tergiur dengan sesuatu meskipun itu hanya sebuah gambar yang kita sendiri tidak tahu bagaimana bentuk aslinya.

Meskipun facebook efektif dalam mempengaruhi pembeli, tidak berarti facebook dapat mengubah gaya hidup atau perilaku seseorang.

Swastha dan Handoko (2000:10) mengatakan: “Perilaku konsumen (consumer behavior) dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan menentukan kegiatan-kegiatan tertentu.”

Bukan berarti pembelian barang online di Facebook tidak akan pergi lagi ke toko.

Kesimpulan

Kesimpulan-kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut:

  1. 75% customers menyatakan bahwa lebih efektif dan efisien apabila pembelian suatu produk dilakukan secara online dan hal ini  juga mempengaruhi gaya hidup mereka.
  2. 25% customers memilih lebih menyukai pembelian yang bersifat konvensional (tradisional), karena mereka belum memiliki ‘kepercayaan’ untuk berbelanja di sana.
  3. Facebook merupakan suatu media yang tepat dalam melakukan pemasaran.